Nada suaranya tegas. Jelas, ini soal kepercayaan dan rasa aman yang harus dibangun kembali.
Menariknya, meski dikepung aparat berseragam dan senjata, aktivitas di bandara berjalan relatif normal. Penumpang naik-turun, kru pesawat sibuk dengan tugasnya. Hanya saja, semua itu terjadi di bawah pengawasan yang maksimal. Sebuah normalitas yang diawasi ketat.
Untuk sementara, operasional berjalan lancar. Aparat berjanji pengamanan akan terus dievaluasi dan ditingkatkan. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas di wilayah ini agar tidak goyah lagi.
Pada akhirnya, pengamanan ekstra ini bukan cuma soal prosedur. Ini upaya memulihkan kepercayaan. Kepercayaan masyarakat yang ingin bepergian, kepercayaan maskapai yang ingin berbisnis. Dan yang tak kalah penting, ini adalah langkah krusial untuk menjaga konektivitas wilayah Papua Selatan, pasca guncangan yang sempat memutusnya.
Artikel Terkait
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran
Gibran Desak Persidangan Kasus Penyegraman Andrie Yunus Berjalan Jujur dan Terbuka