Di tengah hiruk-pikuk pasar, PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) baru saja merilis laporannya. Pada kuartal pertama tahun 2026, perusahaan ini tercatat telah menggelontorkan dana eksplorasi batu bara senilai USD 15,6 ribu. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 17.000 per dolar AS, angkanya mencapai sekitar Rp 265,69 juta.
Nah, kegiatan pengeboran ini dikerjakan oleh anak usahanya, yang beroperasi di dua wilayah: Kabupaten Tana Tidung dan Nunukan. Menariknya, anggaran yang mereka siapkan untuk proyek eksplorasi ini jauh lebih besar, yakni mencapai USD 206,3 juta. Jadi, realisasi di kuartal I ini masih bagian kecil dari rencana besar.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (9/4/2026), perusahaan menjelaskan bahwa fokus aktivitas periode Januari-Maret masih pada pengeboran infill. Semua biaya yang keluar selama tiga bulan itu dikategorikan sebagai biaya operasional belaka.
Lalu, bagaimana teknis pelaksanaannya?
Artikel Terkait
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%
Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp2,56 Triliun dan Lonjakan Laba Operasi 86% pada 2025