Pasangan ganda campuran Indonesia, Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti, harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Gao Jia Xuan dan Wei Ya Xin, pada babak pertama Singapore Open 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan kekalahan Bobby/Melati melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 16-21, dan 15-21.
Kekalahan ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi kedua pemain, terutama karena mereka telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik di lapangan. Namun, dua kesalahan krusial yang terjadi pada momen kritis membuat momentum mereka buyar dan gagal mengendalikan tempo permainan.
"Kami sudah mencoba semaksimal mungkin, mencoba dengan segala cara. Ada peluang untuk menang tapi sayang di gim kedua saat skor 14-14, kami langsung buang dua poin mudah dari servis," ujar Melati dalam keterangannya usai pertandingan.
Menurut Melati, kesalahan tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Setelah insiden itu, lawan berhasil mengambil alih kendali permainan dan tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk bangkit.
"Dari situ mainnya langsung berubah semua dan mereka ambil kontrol permainan. Andai kami bisa konsisten mungkin ceritanya bisa berbeda. Titik baliknya di situ menurut saya," bebernya.
Di sisi lain, Bobby mengakui bahwa dirinya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan performa. Meskipun merasa sudah menunjukkan perkembangan, ia menyadari bahwa masih ada aspek yang perlu dibenahi.
"Dari permainan kami merasa sudah bisa mengimbangi terutama saya juga sudah ada improve tapi tetap masih banyak yang harus dibenahi, ditingkatkan," tutur Bobby.
Kekalahan di turnamen level tinggi di Asia Tenggara ini menjadi pelajaran berharga bagi pasangan Indonesia tersebut. Mereka berharap pengalaman bertanding melawan lawan-lawan tangguh dapat membangun mental juara, terutama bagi Bobby yang masih baru merasakan atmosfer persaingan di level tertinggi.
"Dari tiga turnamen di Asia Tenggara ini kami mendapat banyak pelajaran, tidak mudah main di level atas. Dulu saya juga merasakan bagaimana perjuangan dari bawah lalu tembus ke atas dan bertahan di sana, ini penting juga buat Bobby yang baru," papar Melati.
Sementara itu, Bobby mengaku senang mendapat kesempatan bermain di level atas nomor ganda campuran. Meskipun masih merasakan ketegangan dan sedikit kaget dengan kecepatan permainan lawan, ia bertekad untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya.
"Senang bisa dapat kesempatan main di level atas ini di ganda campuran. Ada tegangnya dan cukup kaget dengan bola-bola sini tapi saya akan belajar dan meningkatkan kemampuan," ucap Bobby.
Artikel Terkait
Prabowo Salat Idul Adha di Paris, Momen Kejutan bagi Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Fadli Zon: Iduladha Momen Perkuat Solidaritas Sosial dan Kepedulian Sesama