Norwegia Vs Inggris: Haaland dan Kane Starter di Perempat Final Piala Dunia 2026

- Minggu, 12 Juli 2026 | 04:00 WIB
Norwegia Vs Inggris: Haaland dan Kane Starter di Perempat Final Piala Dunia 2026

Duel hidup-mati perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (12/7/2026) dini hari Wita, langsung mempertemukan dua predator utama: Erling Haaland dan Harry Kane sebagai starter. Kedua tim melakukan perubahan di susunan pemain untuk menjaga momentum menuju semifinal.

Norwegia hanya melakukan satu perubahan dengan memasukkan Andreas Schjelderup ke lini depan menggantikan Antonio Nusa. Tim asuhan Stale Solbakken tetap mengandalkan Orjan Nyland di bawah mistar, dengan lini belakang diisi Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Lysaker Heggem, dan David Moller Wolfe. Di tengah, Martin Odegaard menjadi kreator utama bersama Sander Berge dan Patrick Berg, mendukung trisula Alexander Sorloth, Haaland, dan Schjelderup.

Inggris melakukan dua perubahan penting. Thomas Tuchel memasukkan Noni Madueke sebagai starter dan menempatkan Ezri Konsa di sisi kanan pertahanan menggantikan Jarrell Quansah yang absen karena sanksi, serta Bukayo Saka yang tidak sepenuhnya bugar. Jordan Pickford tetap menjadi penjaga gawang, dengan Konsa, Marc Guehi, John Stones, dan Nico O'Reilly di depannya. Declan Rice dan Elliot Anderson menjadi penyeimbang di lini tengah, sementara Jude Bellingham berperan sebagai poros kreatif di belakang Kane, dengan dukungan Anthony Gordon dan Madueke dari sayap.

Perubahan ini menjadi sorotan karena laga gugur menuntut keseimbangan. Sehari sebelum pertandingan, Tuchel menegaskan timnya ingin tampil agresif dan aktif. "Keinginan tampil agresif dan aktif dalam laga besar seperti ini," ujarnya.

Duel ini mempertemukan dua tim dengan kekuatan serang menonjol: Norwegia mengandalkan suplai Odegaard untuk Haaland, sementara Inggris bertumpu pada kombinasi Bellingham, Kane, dan kecepatan sayap. Kemenangan bagi Norwegia akan membuka jalan menuju semifinal Piala Dunia pertama mereka, sedangkan Inggris memburu langkah berikutnya untuk mengakhiri penantian panjang gelar besar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags