Divisi asuransi perjalanan Allianz akan memangkas hingga 1.800 pekerja seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional perusahaan. Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Allianz Partners, Tomas Kunzmann.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal itu terutama menyasar staf call center. AI dinilai mampu menggantikan tugas layanan pelanggan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Proses PHK akan berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Allianz Partners saat ini mempekerjakan sekitar 22.600 staf di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.000 pekerja menangani pertanyaan dan klaim pelanggan melalui telepon posisi yang paling terancam oleh otomatisasi.
Langkah Allianz menjadi bagian dari tren PHK massal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir akibat perkembangan AI. Banyak perusahaan di berbagai sektor mengurangi jumlah karyawan di tengah investasi besar-besaran pada teknologi AI. Dampaknya paling terasa di sektor teknologi, di mana raksasa seperti Microsoft dan Meta baru-baru ini mengumumkan pemangkasan karyawan dalam skala besar.
Artikel Terkait
ILO: Hampir 80 Juta Pekerja di ASEAN Terpapar AI, Tapi Dampaknya Belum Signifikan
SK Hynix Catatkan Saham di Nasdaq, Incar Dana Rp 29 Miliar untuk Ekspansi Pabrik AI
Penjualan Chip Memori Global Tembus Rekor Rp1.300 Triliun dalam Sebulan
Saat Bot Meniru Manusia: Ancaman terhadap Identitas dan Keaslian di Era AI