PMI Viral Bersimbah Darah di Libya Akhirnya Dipulangkan ke Cianjur

- Minggu, 12 Juli 2026 | 03:36 WIB
PMI Viral Bersimbah Darah di Libya Akhirnya Dipulangkan ke Cianjur

Ai Juariah (43), pekerja migran Indonesia asal Cianjur yang viral karena meminta pertolongan dalam kondisi bersimbah darah di Libya, akhirnya tiba di Tanah Air pada Minggu (12/7). Ia dipulangkan setelah berbagai kendala administrasi dan politik di Libya berhasil diatasi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, mengonfirmasi bahwa proses pemulangan Ai berkat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan KBRI di Libya. "Betul, Ai Juariah akan dipulangkan besok dan diperkirakan tiba di Cianjur pada Senin (13/7)," ujarnya, Sabtu (11/7).

Hero menjelaskan, salah satu kendala utama adalah denda yang sempat dibebankan kepada Ai. Namun, melalui negosiasi panjang, agensi akhirnya membebaskannya dari kewajiban tersebut. "Denda dan proses administrasi yang terkendala konflik dualisme pemerintahan bisa diselesaikan. Setelah negosiasi panjang, akhirnya dari agensi membiarkan Ai untuk pulang. Jadi tidak perlu bayar denda. Tiket pesawat pun dibelikan. Ini tidak lepas dari peran berbagai instansi, terlebih KBRI kita di Libya," katanya.

Ai dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu petang atau malam. Setelah beristirahat semalam di Jakarta, ia akan dipulangkan ke Cianjur pada Senin. Sebelum kembali ke rumah, Ai akan dimintai keterangan oleh penyidik Polres Cianjur terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diduga membuatnya berangkat dan bekerja secara ilegal di Libya.

"Rencananya sebelum ke rumah, dibawa dulu ke Mapolres Cianjur untuk memberikan keterangan terkait dugaan TPPO yang dialaminya hingga membuatnya bekerja di Libya sebagai PMI ilegal," kata Hero.

Sebelumnya, pemulangan Ai sempat terhambat situasi politik di Libya yang dilanda dualisme pemerintahan. Ia telah berada di bawah perlindungan KBRI di Tripoli sambil menunggu penyelesaian administrasi untuk kepulangannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags