Kemacetan Parah di Puncak, Sistem One Way Diberlakukan

- Minggu, 05 Juli 2026 | 19:30 WIB
Kemacetan Parah di Puncak, Sistem One Way Diberlakukan

Kepadatan arus kendaraan dari kedua arah melanda kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (5/7) malam. Kendaraan nyaris tidak bergerak, dan sebagian pengendara memilih menepi untuk beristirahat di tengah kemacetan.

Berdasarkan pantauan pukul 19.00 WIB, ruas jalan nasional dipadati kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil wisatawan berpelat nomor luar Cianjur. Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan puluhan personel dikerahkan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di sepanjang jalur tersebut.

Peningkatan volume kendaraan terjadi karena banyak wisatawan mengunjungi objek wisata di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, dan Bogor. "Proses satu arah (one way) dari Puncak, Cianjur menuju Bogor tengah diberlakukan. Tapi, kepadatan kendaraan yang terjadi di kawasan Cisarua, Bogor berimbas hingga ke kawasan Puncak, Ciloto, Cianjur," kata Aang.

Sistem satu arah itu diberlakukan sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas. "Hingga kini personel dari Satlantas Polres Cianjur dan Polsek setempat masih berada di lapangan untuk melakukan berbagai upaya mengurai kepadatan arus kendaraan," ujarnya.

Sebanyak 30 personel Satlantas Polres Cianjur, termasuk tim pengurai, telah disiagakan untuk pengamanan dan pelayanan arus lalu lintas selama musim libur sekolah. "Kita imbau masyarakat atau pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan mentaati peraturan sesuai dengan ketentuan berlaku, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," imbuh Aang.

Pengendara Pilih Menepi

Seorang pemotor asal Depok, Emma (30), mengaku sudah terjebak kemacetan sejak sore. Ia memilih menepikan kendaraannya dan beristirahat sambil menunggu arus kemacetan terurai. "Laju kendaraan perlahan, padahal tengah satu arah ke Bogor. Benar-benar padat sekali kendaraan yang melintas di kawasan ini. Makanya, lebih baik menepi dulu, nunggu sampai arus kendaraan normal," kata Emma.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags