Produsen Minyak Timur Tengah Beri Diskon Besar demi Habiskan Stok Akibat Perang

- Minggu, 05 Juli 2026 | 07:24 WIB
Produsen Minyak Timur Tengah Beri Diskon Besar demi Habiskan Stok Akibat Perang

Produsen minyak di Timur Tengah kini berlomba mencari pembeli untuk menghabiskan stok minyak mentah yang menumpuk setelah perang di kawasan Teluk Persia. Chief Executive Officer TotalEnergies Patrick Pouyanné mengatakan, persediaan minyak yang terakumulasi selama konflik membuat para produsen sangat ingin menjualnya.

“Produsen di Timur Tengah telah membangun persediaan minyak yang sangat besar sehingga sekarang mereka sangat ingin menjual minyak tersebut,” kata Pouyanné, Minggu (5/7).

Meski demikian, distribusi masih menghadapi kendala. Banyak perusahaan pelayaran enggan mengirim kapal tanker melalui Selat Hormuz karena khawatir terhadap risiko keamanan. Akibatnya, arus pengiriman belum sepenuhnya pulih.

“Masih ada kesulitan bagi kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz karena banyak pemilik kapal yang masih enggan mengambil risiko. Akibatnya, para produsen memberikan diskon besar terhadap minyak mentah mereka, dan harga minyak pun terus merosot,” ujarnya.

Di sisi lain, harga produk olahan seperti bensin dan diesel masih mencerminkan situasi ketika harga minyak mentah berada di kisaran USD 95 hingga USD 100 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat (3/7) berada di kisaran USD 72 per barel.

Pouyanné memperkirakan pasar membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk kembali mencapai keseimbangan antara pasokan dan distribusi. “Konsekuensi dari pemblokiran pada akhirnya cukup kompleks. Ada sejumlah perkembangan yang tidak terduga dan cukup mencolok yang sedang terjadi saat ini,” kata Pouyanné.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags