Militer Iran melayangkan protes keras terhadap kehadiran pesawat tempur dan drone Amerika Serikat yang terus-menerus melintasi Selat Hormuz. Teheran menilai aktivitas militer Washington di jalur perairan strategis itu mengancam keamanan kawasan dan menegaskan akan memberikan respons yang cepat serta tegas terhadap setiap bentuk campur tangan.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, markas operasional gabungan militer Iran, dalam pernyataan resminya pada Kamis (2/7) menyebut kehadiran jet tempur dan drone AS secara berkelanjutan di atas Selat Hormuz telah menimbulkan ketidakamanan. Mereka memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi mengancam stabilitas kawasan yang lebih luas.
"Setiap campur tangan Amerika di Selat Hormuz akan ditanggapi secara tegas dan cepat oleh Angkatan Bersenjata Iran," demikian bunyi pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, seperti dilaporkan kantor berita Fars News Agency pada Jumat (3/7).
Militer Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan wilayah kedaulatan Republik Islam Iran. Keamanan dan stabilitas jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global itu disebut sebagai "garis merah" yang tidak boleh dilanggar.
"Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan apa pun guna menangkis setiap agresi dan pelanggaran oleh militer AS dan para pendukungnya demi mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz," tambah pernyataan tersebut.
Artikel Terkait
AS Peringatkan Iran soal Status Quo Selat Hormuz
Jenderal IRGC Ahmad Vahidi Muncul ke Publik Setelah Berbulan-bulan Hilang di Tengah Perang Iran
Peti Jenazah Ali Khamenei untuk Pertama Kali Ditampilkan di Depan Umum, Pelayat Menangis
AS Peringatkan Iran soal Rencana Israel Bunuh Negosiator Utama