Aktor drama China Xu Peng mendadak viral setelah beralih profesi menjadi penjual sayur di pasar tradisional. Pria 30 tahun yang sebelumnya dikenal sebagai langganan peran CEO dalam berbagai microdrama itu mengaku karier aktingnya meredup karena industri mulai beralih menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Xu Peng mengatakan, setelah menyelesaikan proyek drama terakhirnya pada Maret 2026, tawaran bermain drama nyaris tidak lagi datang. Ia pun memilih kembali ke kampung halamannya di Shandong untuk membantu usaha keluarga. Setiap hari, ia mengangkut sayuran hasil panen kakeknya menggunakan mobil listrik keluarga dan menjualnya di pasar lokal.
Meski sempat dipertanyakan oleh kerabat dan teman-temannya, Xu Peng mengaku tidak pernah merasa malu dengan pekerjaan barunya. "Akting hanyalah pekerjaan. Jika tidak ada peran yang bisa diambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah," ujarnya, Jumat (3/7/2026). "Selama saya bisa mencari nafkah secara jujur melalui kerja keras, tidak ada halangan yang tidak bisa saya atasi," tambahnya.
Pernyataan itu menuai simpati warganet. Foto dan video Xu Peng saat melayani pembeli di pasar viral di media sosial. Banyak penggemar datang langsung ke pasar untuk membeli dagangannya sebagai bentuk dukungan.
Sebelum meredup, Xu Peng cukup dikenal di industri drama vertikal China. Ia populer berkat perannya sebagai CEO dingin, berwibawa, dan romantis dalam sejumlah microdrama, termasuk Blood River (2025). Pada masa jayanya, ia harus menjalani syuting hingga 15–16 jam setiap hari karena padatnya jadwal produksi.
Namun, industri microdrama China kini berubah drastis seiring adopsi AI. Teknologi itu dinilai mampu memangkas biaya produksi secara signifikan, sehingga semakin banyak rumah produksi beralih menggunakannya. Laporan terbaru menyebutkan, dari sekitar 128.000 microdrama yang dirilis di China sepanjang kuartal pertama 2026, sekitar 122.000 judul diproduksi dengan bantuan AI.
Fenomena itu memunculkan kekhawatiran akan berkurangnya peluang kerja bagi para aktor dan pekerja industri kreatif. Meski demikian, Xu Peng memilih menghadapi perubahan itu dengan bekerja keras dan mencari penghasilan dari profesi berbeda. Kisahnya menuai pujian karena dianggap menunjukkan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih rendah selama dilakukan dengan jujur untuk menghidupi diri dan keluarga.