Isu Novel Bamukmin Jadi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour Masih Simpang Siur

- Kamis, 02 Juli 2026 | 16:00 WIB
Isu Novel Bamukmin Jadi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour Masih Simpang Siur

Kabar mengenai aktivis Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan pentolan FPI, Novel Bamukmin, yang disebut-sebut menjadi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (HIN) ramai diperbincangkan di media sosial pada Selasa (30/6/2026). Informasi tersebut menarik perhatian publik setelah beredar luas melalui berbagai unggahan di platform digital. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi kabar tersebut dari Kementerian BUMN maupun PT Hotel Indonesia Natour.

Apalagi, website Injourney kompak menghapus artikel atau informasi manajemen maupun direksinya. Hal ini membuat banyak pihak semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Munculnya isu tersebut langsung memicu beragam respons masyarakat. Selain mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar, publik juga menyoroti latar belakang Novel Bamukmin yang selama ini lebih dikenal sebagai tokoh organisasi kemasyarakatan dan aktivis, bukan sosok yang berkecimpung di dunia korporasi.

Apabila nantinya informasi tersebut benar, penunjukan itu dipandang akan menjadi salah satu isu yang menyita perhatian karena menyangkut susunan komisaris di salah satu perusahaan milik negara yang bergerak di sektor perhotelan dan pariwisata. Namun, untuk saat ini, status informasi tersebut masih menunggu kepastian dari pihak yang berwenang.

Dalam berbagai unggahan yang beredar, nama lengkap Novel Chaidir Hasan Bamukmin disebut sebagai sosok yang dikabarkan mengisi posisi komisaris PT Hotel Indonesia Natour. Meski demikian, hingga kini situs resmi perusahaan maupun kanal resmi InJourney belum memuat informasi mengenai perubahan susunan komisaris sebagaimana disebutkan dalam isu yang beredar.

Sosok Novel Bamukmin

Novel Bamukmin lahir di Jakarta pada 15 Desember 1972. Namanya dikenal luas melalui aktivitasnya dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan selama bertahun-tahun.

Di lingkungan Front Pembela Islam (FPI), Novel pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta. Jabatan tersebut berakhir setelah dirinya diberhentikan dari posisi tersebut pada 8 Februari 2017.

Setelah itu, ia tetap aktif dalam berbagai aktivitas organisasi. Novel kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh di Persaudaraan Alumni 212. Dalam organisasi tersebut, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum sekaligus Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas).

Keaktifannya di PA 212 membuat namanya kerap muncul dalam berbagai pemberitaan nasional, terutama terkait isu sosial, keagamaan, maupun berbagai agenda aksi massa.

Aktif di Bidang Advokasi

Selain aktif dalam organisasi kemasyarakatan, Novel juga tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis.

Dalam kapasitas tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan pendampingan hukum terhadap ulama maupun aktivis yang menghadapi persoalan hukum.

Keterlibatan di bidang advokasi tersebut menjadi salah satu aktivitas yang cukup melekat dengan dirinya selama beberapa tahun terakhir.

Pernah Menjadi Sorotan Saat Persidangan Ahok

Nama Novel Bamukmin juga sempat menjadi perhatian publik ketika hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus penodaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pada persidangan tersebut sempat terjadi kesalahan administratif dalam penulisan tempat kerja lama Novel pada berita acara pemeriksaan (BAP). Nama Pizza Hut tertulis sebagai "Fitsa Hats".

Kesalahan penulisan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial dan ramai dijadikan bahan candaan oleh warganet pada saat itu.

Latar Belakang Pekerjaan

Sebelum dikenal sebagai aktivis, Novel mengaku pernah bekerja di jaringan restoran cepat saji Pizza Hut.

Ia juga pernah bekerja di perusahaan milik seorang pengusaha keturunan Tionghoa non-Muslim.

Menurut kisah yang pernah disampaikannya, hubungan profesional tersebut berjalan baik. Bahkan pemilik perusahaan disebut pernah membantu membiayai keberangkatan ibadah hajinya ke Makkah.

Riwayat Pendidikan

Riwayat pendidikan Novel dimulai dari SD Negeri 05 Pagi Karet Tengsin yang diselesaikannya pada 1985.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP PGRI 17 Jakarta hingga lulus pada 1988.

Setelah itu, Novel menempuh pendidikan di STM Negeri 1 Jakarta dan lulus pada 1992.

Jenjang pendidikan tinggi ditempuh melalui Diploma III di Politeknik Trisula Darma Jakarta yang diselesaikan pada 1995.

Ia juga pernah menempuh pendidikan di Akademi Attahiriyah Jakarta sebelum akhirnya meraih gelar Sarjana Hukum Islam (S.H.I.) dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Attahiriyah Jakarta pada 2013.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal yang mendukung aktivitasnya di bidang advokasi hukum keagamaan.

Pernah Bergabung dengan Partai Bulan Bintang

Di luar aktivitas organisasi, Novel juga sempat memasuki dunia politik praktis.

Ia tercatat pernah menjadi kader Partai Bulan Bintang (PBB) pada periode 2018 hingga 2019.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya membawa aspirasi yang selama ini diperjuangkannya ke dalam jalur politik formal.

Dalam perjalanan politiknya, Novel juga pernah menyampaikan bahwa Alumni 212 pada prinsipnya bersedia memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo pada Pemilu apabila sejumlah catatan yang mereka ajukan dipenuhi.

Pernyataan tersebut kala itu sempat menjadi perhatian publik karena dinilai berbeda dengan persepsi sebagian masyarakat terhadap posisi politik kelompok tersebut.

Hingga kini, kabar mengenai Novel Bamukmin yang disebut menjadi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour masih belum memperoleh konfirmasi resmi.

Belum ada pengumuman dari Kementerian BUMN, PT Hotel Indonesia Natour maupun InJourney yang memastikan perubahan susunan komisaris sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

Karena itu, status informasi tersebut masih perlu menunggu pernyataan resmi dari pihak yang berwenang. Publik diimbau mencermati perkembangan informasi melalui sumber resmi agar memperoleh kepastian mengenai kebenaran kabar tersebut.

Dengan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu pengangkatan pejabat di lingkungan BUMN, dinamika mengenai kabar ini diperkirakan masih akan terus menjadi perbincangan hingga terdapat pengumuman resmi yang menjelaskan apakah informasi tersebut benar atau tidak.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags