Ramadhan Sananta memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya pada bursa transfer Super League 2026/2027, menolak tawaran Persija Jakarta yang tengah dibangun Shin Tae-yong. Keputusan ini menegaskan bahwa faktor pelatih menjadi pertimbangan utama bagi penyerang berusia 23 tahun tersebut.
Sananta memilih kembali bekerja sama dengan Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang pernah mengangkat performanya di PSM Makassar. Di bawah asuhan Bernardo pada musim 2022/2023, Sananta mencetak 11 gol dan dua assist dari 24 pertandingan, menjadi salah satu striker lokal paling tajam dan membantu PSM meraih gelar juara.
Setelah sukses di Makassar, Sananta pindah ke Persis Solo. Selama dua musim, ia mengoleksi 13 gol dan tiga assist dari 33 pertandingan, membuktikan konsistensinya. Kesempatan bermain di luar negeri datang melalui DPMM FC, klub Brunei yang berlaga di Liga Malaysia. Namun, petualangan itu tidak berjalan mulus: hanya dua gol dan satu assist dari 21 pertandingan.
Meski statistiknya menurun, pengalaman tersebut diyakini memberi pelajaran berharga. Kini, Sananta kembali ke Indonesia bersama Persebaya, berharap menemukan performa terbaiknya bersama pelatih yang paling memahami karakter permainannya.
Membangun Kembali Fondasi
Bernardo Tavares secara terbuka mengungkapkan alasan ingin kembali bekerja sama dengan Sananta. Ia menilai kualitas sang striker sesuai dengan kebutuhan Persebaya untuk bersaing di Super League musim depan. Kehadiran Sananta melengkapi daftar mantan pemain PSM yang mengikuti Bernardo ke Surabaya, seperti Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, dan Ricky Pratama. Ini menunjukkan upaya Bernardo membangun tim dengan pemain yang sudah memahami filosofinya.
Di sisi lain, Persija Jakarta tengah membangun proyek besar bersama Shin Tae-yong. Klub ibu kota telah mendatangkan sejumlah pemain baru dan berambisi merebut gelar. Namun, Sananta memilih jalan berbeda: kembali ke pelatih yang pernah memberinya periode terbaik dalam karier.
Bagi Persebaya, kedatangan Sananta menjadi tambahan kekuatan berarti. Bajul Ijo membutuhkan penyerang lokal yang bisa menjadi tumpuan di lini depan. Bagi Sananta, musim 2026/2027 adalah kesempatan membuktikan diri setelah namanya tidak masuk skuad Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026. Dengan usia yang masih 23 tahun, peluangnya untuk kembali ke level terbaik masih terbuka lebar baik untuk membawa Persebaya bersaing memperebutkan gelar maupun untuk kembali mengenakan seragam Merah Putih.
Artikel Terkait
Persebaya Bangun Skuad Bernuansa PSM, Empat Mantan Anak Asuh Bernardo Tavares Sudah Gabung
PSM Makassar Terancam Kehilangan Dua Pilar Asing ke Persebaya