Fenomena personalisasi produk semakin menguat di kalangan generasi muda. Bukan sekadar tren sesaat, laporan McKinsey mencatat 37 persen Gen Z memiliki preferensi kuat terhadap produk atau layanan yang menawarkan pengalaman personalisasi. Bagi mereka, sebuah produk tidak hanya dinilai dari fungsinya, tetapi juga kemampuannya mencerminkan identitas, cerita, dan preferensi pribadi.
Menangkap perubahan perilaku konsumen ini, berbagai brand kecantikan mulai berinovasi. Salah satunya The Bath Box, brand body care lokal yang baru saja meluncurkan dua koleksi hand cream terbaru: 365 Flower Hand Cream dan Minis Hand Cream. Peluncuran ini bertepatan dengan peresmian flagship store terbaru mereka di Summarecon Mall Bekasi 1.
Kedua produk ini melengkapi lini body care The Bath Box yang mengusung konsep personal expression. Tak sekadar produk perawatan tangan, hand cream tersebut dirancang sebagai medium untuk mengekspresikan identitas diri melalui desain dan cerita yang melekat pada setiap koleksinya.
CEO dan Co-Founder The Bath Box, Nikolaus Kristama, mengatakan konsumen saat ini tidak lagi hanya mencari produk dengan fungsi yang baik, tetapi juga yang memiliki makna secara personal. "The Bath Box berkomitmen menghadirkan pengalaman self-care yang terasa lebih personal dan meaningful. Karena itu, kami menghadirkan hand cream yang tak hanya nyaman digunakan, tetapi juga memiliki cerita dan makna di balik setiap desainnya," ungkapnya dalam acara peresmian, Sabtu (27/6).
Koleksi untuk Bingkisan Personal
Produk 365 Flower Hand Cream hadir dengan konsep bahwa setiap tanggal memiliki makna tersendiri. Setiap hari dalam satu tahun direpresentasikan melalui bunga yang telah dikurasi secara khusus, sehingga setiap desain memiliki cerita berbeda. Seluruh ilustrasi bunga pada kemasan dibuat secara manual oleh ilustrator lokal di Bali, mencerminkan nilai craftsmanship dan authenticity yang diusung brand. Hand cream ini tersedia dalam tiga varian aroma utama Bloom, Floriental, dan Poem serta tiga aroma baru: Goji, Cherry, dan Vetiver.
Sementara itu, Minis Hand Cream hadir dalam ukuran lebih ringkas dengan konsep playful. Koleksi ini dirancang sebagai collectible gift sekaligus medium personal expression, dengan total 151 desain unik yang terbagi ke dalam kategori Adult, Teen, dan Kids. Pilihan desainnya beragam, mulai dari inisial nama, shio, zodiak, hingga simbol sehari-hari. Dengan begitu, konsumen dapat memilih hand cream yang paling sesuai dengan karakter diri sendiri atau orang yang ingin diberi hadiah.
Flagship store The Bath Box Summarecon Mall Bekasi 1 juga mengusung konsep personalisasi. Gerai ini menjadi yang pertama menghadirkan First Personalized Hand Cream Experience di Indonesia. Pengunjung bisa memilih desain hand cream sesuai makna atau identitas personal. Selain itu, terdapat The Gift Atelier, area gifting eksklusif yang memungkinkan personalisasi hadiah menggunakan hangtag khusus sebagai sentuhan akhir. Hangtag tersebut dibuat bersama Jejen Zainal, artisan lokal dari Pasar Tebet, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal.
CMO dan Co-Founder The Bath Box, Angelinda Fransisca, menambahkan, "Kami ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan interaktif. Store ini bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga ruang untuk mengeksplorasi produk yang paling merepresentasikan diri mereka. Kami berharap kehadiran personalized hand cream experience dan The Gift Atelier dapat menciptakan koneksi emosional yang lebih dekat antara konsumen dan The Bath Box."