Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Jumat (3/7). Pertemuan itu dimaksudkan untuk meminta masukan terkait sejumlah program nasional, terutama Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA).
Pratikno mengatakan, program tersebut dirancang untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. "Anak harus dijamin mendapatkan keamanan dan kenyamanan," ujarnya usai pertemuan.
Selain Gernas RANA, pembahasan juga mencakup pendidikan bagi penyandang disabilitas. Pratikno menekankan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang menyandang disabilitas. Salah satu inisiatif yang akan dikembangkan adalah pendidikan bahasa isyarat yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak tuli, tetapi juga bagi anak dengar.
"Karena komunikasi harus terjalin antara anak tuli dan anak dengar," jelas Pratikno.
Dalam pertemuan itu, Sri Sultan turut memberikan masukan agar pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas di DIY diperbanyak. Hal ini dinilai penting untuk membuka akses yang lebih luas terhadap dunia kerja. "Itu juga menjadi prioritas kami di Kemenko PMK. Sekali lagi, no one left behind, tidak ada yang tertinggal," tegas Pratikno.
Ia menambahkan, banyak inspirasi yang bisa diperoleh dari praktik-praktik baik yang sudah berjalan di DIY. "Kami mengucapkan terima kasih," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, BNPB Kerahkan Helikopter dan Mobil Pemadam
Yogyakarta Jadi Pionir Gerakan Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak
Sultan HB X Kembali Bertugas Usai Medical Check-up, Bantah Kabar Sakit
Lurah Condongcatur Tersangka Kasus Tanah Kas Desa, Sultan: Saya yang Minta Diproses Hukum