Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang hingga Jumat (3/7) belum berhasil dipadamkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama instansi terkait telah mengerahkan helikopter dan mobil pemadam untuk menjinakkan api yang terus membesar.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan dan BNPB telah diterjunkan untuk menangani dampak kebakaran. "Itu memang penanganan kebakarannya. Kementerian Kesehatan sudah turun untuk melakukan penanganan," kata Pratikno saat ditemui di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Jumat (3/7).
Pratikno menyebutkan bahwa dirinya terus berkomunikasi dengan Kepala BNPB terkait perkembangan di lapangan. Kepala BNPB, menurutnya, sudah berada di lokasi sejak beberapa hari lalu. "Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB. Kepala BNPB sudah sejak beberapa hari lalu berada di sana, didukung oleh kementerian teknis, termasuk Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Selain penanganan darurat, pemerintah mulai membahas upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak. "Bukan hanya itu, agenda pemberdayaan ekonomi juga sudah mulai dibahas," tutur Pratikno.
Memasuki hari ketiga, BNPB bersama instansi terkait masih berjibaku memadamkan api. Polresta Tangerang melakukan sterilisasi jalur menuju lokasi kebakaran untuk memperlancar proses pemadaman. Masyarakat diimbau tidak mendekat ke lokasi karena asap yang ditimbulkan berbahaya bagi kesehatan.
"Sterilisasi kami lakukan agar proses pemadaman maupun mobilisasi kendaraan operasional tidak terganggu. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi kebakaran karena area memang harus steril. Selain itu, asap yang ditimbulkan juga membahayakan," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Polisi juga mengamankan rumah-rumah warga yang ditinggalkan penghuninya mengungsi akibat terdampak asap kebakaran. "Sejumlah personel kami siagakan untuk berpatroli ke rumah-rumah warga. Selain itu, personel juga dikerahkan untuk mengatur akses keluar-masuk lokasi kebakaran. Petugas turut memantau lokasi pengungsian warga yang dievakuasi akibat kepulan asap," ujarnya.
Di sisi lain, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. "Penyebabnya masih kami selidiki, apakah benar akibat cuaca atau ada faktor kesengajaan," ungkap Kapolresta.
Artikel Terkait
Menko PMK Minta Masukan Sri Sultan soal Program Nasional Ruang Aman Anak
Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin di Hari Keempat
Yogyakarta Jadi Pionir Gerakan Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak
Kebakaran Hanguskan Tempat Biliar di Yogyakarta, 8 Mobil Damkar Dikerahkan