Pemerintah Amerika Serikat secara tidak langsung memperingatkan Iran mengenai rencana Israel untuk membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Kedua tokoh itu merupakan negosiator utama Iran yang tengah terlibat dalam perundingan dengan AS untuk mengakhiri perang.
Informasi ini diungkapkan oleh New York Times (NYT) dalam laporannya pada Kamis (2/7) lalu, dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat. Menurut laporan tersebut, peringatan disampaikan AS kepada negara-negara sekutu di kawasan Timur Tengah, yang kemudian diminta untuk meneruskannya ke Iran.
Sejumlah pejabat AS meyakini Israel mungkin telah merencanakan pembunuhan terhadap Araghchi dan Ghalibaf pada minggu-minggu setelah gencatan senjata diberlakukan awal April lalu. Pada saat itu, perundingan antara Washington dan Teheran yang dimediasi Pakistan berlangsung semakin intensif.
Kekhawatiran di kalangan pemerintahan Presiden Donald Trump begitu besar. NYT melaporkan bahwa para pejabat AS meminta negara-negara sekutu di Timur Tengah untuk secara langsung memperingatkan Iran tentang kemungkinan upaya Israel menargetkan kedua negosiator tersebut.
Para pejabat AS menilai bahwa setiap upaya pembunuhan setelah negosiasi dimulai secara serius pada April lalu akan menghentikan perundingan dan mengobarkan kembali perang AS-Israel melawan Iran.
Artikel Terkait
Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Kenegaraan Ali Khamenei di Teheran
Medvedev Pimpin Delegasi Rusia ke Pemakaman Khamenei, Ramal Iran Kalahkan AS
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Iran Gelar Pemakaman Massal Selama Sepekan
Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Perlawanan dan Diplomasi Iran