DT Peduli Salurkan Bantuan Rp973 Juta untuk Ekspor Ubi dan Asrama Santri di Bogor

- Jumat, 03 Juli 2026 | 14:00 WIB
DT Peduli Salurkan Bantuan Rp973 Juta untuk Ekspor Ubi dan Asrama Santri di Bogor

Yayasan DT Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp973 juta untuk mendukung program ekspor ubi petani sekaligus pembangunan asrama santri di Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Bantuan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman dan pendiri Kampoong Ecopreneur Jamil Azzaini pada Kamis (02/07/2026).

Kerja sama strategis ini mencakup dua fokus utama: pembangunan asrama tahfiz Al-Qur'an dan pemberdayaan ekonomi warga sekitar. Asrama tersebut ditargetkan beroperasi penuh sebagai pusat pendidikan pada November 2026 mendatang.

"Cita-cita besar yang diusung Kampoong Ecopreneur adalah mewujudkan konsep 'One Family One Ecopreneur' yakni satu keluarga memiliki satu entrepreneur berbasis ekologi," kata Jamil Azzaini dalam sambutannya di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (02/07/2026).

Acara seremonial tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan DT Peduli M. Bascharul Asana, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir, Head of Division Impact & Civilization Dede Sugih Hartono, serta sejumlah pengurus dari kedua lembaga.

Jamil Azzaini menambahkan bahwa Kampoong Ecopreneur telah menerima amanah pengelolaan lahan seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng sejak awal Desember 2025. Kawasan itu disiapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus pendidikan berbasis nilai spiritual dan kewirausahaan. Saat ini, progres pembangunan fisik asrama santri sudah mulai berjalan, dan bangunan aula sementara untuk pertemuan serta aktivitas pendidikan telah berdiri.

"Bantuan dari DT Peduli ini akan membuat program pemberdayaan masyarakat dan pembelajaran santri segera berjalan," ujar Jamil lagi.

Salah satu program pemberdayaan ekonomi yang tengah digarap serius adalah budi daya ubi ungu bersama para petani lokal Leuwisadeng. Hasil panen ubi dari masyarakat akan ditampung oleh Kampoong Ecopreneur untuk diekspor ke Singapura dan Malaysia. Melalui program terintegrasi ini, pihak pengelola optimistis dapat mengangkat potensi sektor pertanian di wilayah Kabupaten Bogor barat.

"Kami berharap Leuwisadeng ke depan dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ubi ungu," kata Jamil.

Ia menyebut kolaborasi dengan lembaga filantropi Islam ini sebagai langkah bersama untuk mengedukasi masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun kesejahteraan material sekaligus spiritual bagi warga lokal.

Dalam sambutannya, Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an yang mandiri. Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak para pembawa risalah Islam yang juga memiliki kemapanan di sektor ekonomi.

Ia berharap program pemberdayaan di Kampoong Ecopreneur dapat memperkuat kesejahteraan warga Leuwisadeng secara berkelanjutan. Jajang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada para donatur yang telah memercayakan dana zakat, infak, dan sedekah mereka. "Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir menegaskan pentingnya pembekalan keahlian praktis bagi para santri. Program ini dirancang agar para lulusannya memiliki daya saing tinggi saat terjun langsung di tengah umat. "Kerja sama ini diharapkan melahirkan pemberdayaan masyarakat dan kelak melahirkan santri-santri yang tidak hanya menghafal Al-Qur'an, tetapi juga dibekali keterampilan bisnis agar dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," ujar Amir.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan program pemberdayaan di wilayah Bogor. Kedua lembaga berharap Kecamatan Leuwisadeng dapat bertransformasi menjadi kawasan percontohan nasional berbasis pendidikan Qur'ani dan ekonomi komunitas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags