Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Perlawanan dan Diplomasi Iran

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:40 WIB
Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Perlawanan dan Diplomasi Iran

Pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang digelar beberapa bulan setelah pembunuhannya oleh Amerika-Israel, menjadi panggung bagi Iran untuk menunjukkan solidaritas internasional dan memperkuat posisinya di tengah perang yang masih berlangsung. Upacara yang berlangsung selama beberapa hari dan melintasi beberapa kota ini tidak hanya menjadi momen berkabung, tetapi juga ajang diplomasi dan pesan politik yang tajam.

Kehadiran perwakilan dari berbagai negara menjadi sorotan utama. Pakistan, misalnya, mengirimkan Perdana Menteri dan kepala angkatan daratnya. Sejumlah negara lain hadir dengan perwakilan tingkat lebih rendah. Namun, Indonesia belum terlihat mengirimkan perwakilan. Sementara itu, putra Ali Khamenei yang kini menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi justru tidak hadir. Ia disarankan untuk tidak datang karena Israel memiliki teknologi yang dapat melacak dan membunuhnya. "Jika para nabi saja dibunuh oleh Yahudi, apalagi orang-orang yang jauh lebih rendah kedudukannya daripada nabi," demikian alasan yang disampaikan.

Di balik layar, Amerika Serikat berupaya mencegah negara-negara asing mengirim perwakilan atau meremehkan mereka yang hadir. Amerika memahami bahwa Iran ingin menunjukkan pengakuan internasional melalui kehadiran para delegasi. Iran juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan melalui ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan saat perwakilan asing memberi penghormatan di depan peti mati Khamenei.

Pesan di Balik Ayat

Kehadiran delegasi Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran mengingat posisi Saudi dalam perang Iran. Iran merespons dengan memilih ayat 13 Surah Ali-Imran yang berbunyi, "Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir..." Ayat ini mengisyaratkan perbedaan antara pihak yang berperang di jalan Allah dan yang kafir. Sementara itu, untuk delegasi Malaysia, diduga dibacakan ayat 4 Surah Ali-Imran, meski hal ini masih perlu dikonfirmasi.

Momen lain yang menyita perhatian adalah saat peti mati cucu Khamenei dibawa ke upacara. Iran ingin menunjukkan kekejaman Amerika terhadap rakyatnya. Sebanyak 168 tas sekolah disusun untuk mengingatkan dunia tentang pemboman AS-Israel terhadap sebuah sekolah di awal perang Iran. Selain itu, sebuah monumen baru berbentuk tangan yang tergenggam diresmikan di Lapangan Revolusi. Konon, anggota tubuh pertama Khamenei yang ditemukan tim penyelamat adalah tangannya dalam posisi tersebut.

Lebih dari sekadar upacara pemakaman, Iran juga ingin menjadikan acara ini sebagai ajang pertemuan rakyatnya sendiri. Persatuan internal dinilai penting karena perang Iran masih panjang. "Latihlah diri Anda untuk memerhatikan apa yang tersurat dan membaca apa yang tersirat. Ini akan memperkuat minda strategis Anda," tulis pengamat dalam analisisnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags