AS Khawatir Israel Rencanakan Pembunuhan Pejabat Iran Saat Perundingan Damai

- Jumat, 03 Juli 2026 | 23:15 WIB
AS Khawatir Israel Rencanakan Pembunuhan Pejabat Iran Saat Perundingan Damai

Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat mengungkap rencana pembunuhan terhadap dua pejabat tinggi Iran di tengah perundingan damai yang tengah berlangsung. Informasi ini muncul saat AS dan Iran berupaya mengakhiri konflik yang melibatkan tiga negara tersebut.

Perang pecah setelah AS dan Iran saling menyerang pada 28 Februari lalu. Namun, secercah harapan perdamaian muncul ketika kedua negara sepakat untuk berunding. Sayangnya, langkah tersebut ditentang keras oleh Israel.

Menurut laporan New York Times (NYT) yang dikutip oleh TRT World dan The Times of Israel pada Jumat (3/7/2026), Israel disebut telah menargetkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Keduanya merupakan tokoh kunci dalam perundingan damai antara AS dan Iran.

Kekhawatiran AS

Para pejabat AS, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat, mengungkapkan bahwa Israel mungkin telah merencanakan pembunuhan terhadap Araghchi dan Ghalibaf pada minggu-minggu pertama setelah gencatan senjata diberlakukan pada awal April lalu. Rencana itu muncul saat perundingan antara Washington dan Teheran, yang dimediasi oleh Pakistan, semakin intensif.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa sangat khawatir dengan situasi ini. AS pun meminta negara-negara sekutunya di kawasan Timur Tengah untuk secara langsung memperingatkan Iran mengenai kemungkinan upaya Israel menargetkan kedua pejabat tersebut.

Menurut pejabat AS, setiap upaya pembunuhan setelah negosiasi dimulai secara serius pada April lalu akan menghentikan perundingan dan mengobarkan kembali perang AS-Israel melawan Iran. Peringatan ini disampaikan secara tidak langsung oleh AS melalui sekutu-sekutunya di kawasan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags