Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kemacetan di ibu kota tak lepas dari mobilitas jutaan komuter dari wilayah penyangga. Setiap hari, sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang datang ke Jakarta untuk bekerja dan beraktivitas, lalu kembali ke daerah asal pada sore hingga malam hari.
“Seperti kita ketahui, salah satu problem utama Jakarta, problem klasiknya adalah karena kemacetan. Kemacetan di Jakarta terjadi karena banyak faktor,” kata Pramono saat melantik 17 anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7). “Tapi salah satu yang paling utama adalah ketika pada pagi hari kurang lebih 3,5 sampai dengan 4 juta orang datang bekerja di Jakarta, beraktivitas di Jakarta, dan ketika sore malam hari kembali ke kediamannya masing-masing,” lanjutnya.
Pramono menambahkan, mayoritas masyarakat masih bergantung pada kendaraan pribadi. Karena itu, Pemprov DKI mengubah fokus pembangunan transportasi dengan mendorong penggunaan angkutan umum. “Transportasinya tidak lagi menggunakan pribadi, tetapi bagaimana orang kemudian menggunakan transportasi umum,” ujarnya.
Sebagai upaya mendukung peralihan tersebut, Pemprov DKI telah membuka sejumlah rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga. “Itu dilakukan untuk orang supaya berpindah transportasinya dari kendaraan pribadi menggunakan transportasi umum,” katanya.
Meski konektivitas jaringan transportasi di Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen, pengguna transportasi umum secara rutin masih berkisar 27 hingga 28 persen. Menurut Pramono, peningkatan penggunaan transportasi umum mulai memberikan dampak positif terhadap sistem transportasi di Jakarta.
Artikel Terkait
Pramono Targetkan Residu Sampah Jakarta di Bawah 20 Persen Lewat Gerakan Pilah Sampah
Pemprov Jakarta Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara
Jakarta World Folklore Festival 2026 Resmi Dibuka, 6 Negara Tampilkan Seni Tradisi
Pramono Targetkan Penataan Kali Grogol Rampung Tahun Ini