PDIP Balas PSI: Jangan Sibuk Bawa-Bawa Kami, Urus Dulu Suara Rakyat

- Minggu, 05 Juli 2026 | 08:10 WIB
PDIP Balas PSI: Jangan Sibuk Bawa-Bawa Kami, Urus Dulu Suara Rakyat

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus merespons pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang heran partainya terus mengomentari Presiden ke-7 Joko Widodo. Deddy menilai PSI justru terlalu sibuk menyeret-nyeret PDIP dalam setiap pernyataan.

"Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI (kritisi isu rakyat), sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja. Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI," kata Deddy kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Deddy menilai PSI lebih sering membuat pernyataan sensasional ketimbang menyuarakan isu-isu rakyat. Ia pun menantikan sikap kritis PSI terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

"Sudahlah rakyat juga tahu mereka cuma bikin sensasi buat pansos elektoral," ujarnya. "Ditunggu suaranya soal tuntutan mahasiswa, kasus suap Bupati Kuansing dan soal-soal lain yang terkait dengan rakyat," sambungnya.

PSI Dinilai Terlalu Sombong

Politikus PDIP Guntur Romli turut menanggapi pernyataan PSI yang siap memastikan kepada Jokowi bahwa Jawa Tengah akan menjadi kandang gajah. Guntur menilai PSI tak perlu bersikap terlalu sombong.

"PSI jangan terlalu sombong, Jokowi memaksakan keliling artinya PSI sangat lemah, kalau PSI kuat Jokowi pastinya cuma istirahat dan santai-santai saja. Safari politik itu juga pengalihan isu dari Sekjen PSI yang mengaku menerima duit dari Bupati Kuansing yang baru dikembalikan 10 hari kemudian," kata Guntur kepada wartawan, Minggu (5/7).

"KPK harus jangan tebang pilih masa butuh 10 hari baru dikembalikan, itu tidak menggugurkan peristiwa pidana, juga terhadap Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang rumahnya sudah digeledah, duit miliaran disita tapi sampai saat ini aman-aman saja," imbuhnya.

Guntur menilai pernyataan PSI terkait target politik di Jawa Tengah tak perlu dikhawatirkan. Ia mengingatkan bahwa capaian PSI pada Pemilu 2024 belum menunjukkan kekuatan signifikan.

"Itu bentuk kesombongan saja, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan, kalau PSI itu parpol nomor dua di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal," katanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags