PSI Heran Deddy Sitorus PDIP Marahi Prosesi Adat Lampung: Itu Kepala Kerbau, Bukan Banteng

- Jumat, 03 Juli 2026 | 18:25 WIB
PSI Heran Deddy Sitorus PDIP Marahi Prosesi Adat Lampung: Itu Kepala Kerbau, Bukan Banteng

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, heran dengan pernyataan politikus PDIP Deddy Sitorus yang menyinggung soal prosesi adat injak kepala kerbau saat safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Lampung. Bestari menegaskan yang diinjak Jokowi adalah kepala kerbau, bukan banteng.

"Saya sebagai Juru Bicara PSI menceritakan apa adanya tentang prosesi adat budaya itu. Saya juga nggak ngerti kenapa Deddy Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP komisi II, kok marah-marah gitu dengan prosesi yang dilakukan warga adat Lampung. Kan itu kepala kerbau, bukan kepala banteng," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Bestari menilai pernyataan Deddy kekanak-kanakan. Ia lantas menyoroti ketidakmampuan Deddy membedakan kepala kerbau dan banteng. "Masa udah nggak bisa bedain sekelas anggota DPR kemudian dari partai PDIP nggak bisa bedain itu kepala kerbau dengan itu kepala banteng sih? Aneh menurut saya, kekanak-kanakan sekali," tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kedatangan Jokowi di Lampung adalah sebagai undangan, bukan ketua panitia. Menurut Bestari, setiap partai politik memiliki kebiasaan berbeda dalam menjalankan agenda. "Ya ini mungkin kebiasaan di PDIP, kalau ada acara Bu Megawati yang ketua panitia, mungkin begitu kali. Jadi dipersamakan kita, kita nggak sama. Kalau panitia ya di sana itu, ya masyarakat di sana panitianya, bukan kita," kata Bestari.

"Mungkin di PDIP seperti itu, ya saya nggak paham. Masing-masing lah. Kalau kami pakai standar umum saja, yang diundang tentu adalah tamu, yang melaksanakan adalah panitia," sambungnya.

Sebelumnya, Deddy Sitorus menilai tak masuk akal Jokowi disebut tak mengetahui ada prosesi adat injak kepala kerbau. Deddy mengaku mendapat kabar bahwa Jokowi justru menjadi ketua panitia acara adat tersebut. "Jokowi mau injak kepala kerbau atau kepala ular ya silakan saja, nggak ada hubungan dengan kita. Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu," kata Deddy kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Deddy menuding pernyataan PSI bisa saja tidak benar dan sulit dibuktikan. Ia menyinggung sosok Jokowi yang dinilai bisa melakukan apa pun untuk mencapai tujuan. "Sehingga sangat tidak masuk akal dan mungkin berbohong kalau dia bilang tidak tahu akan ada drama sinetron soal injak-menginjak itu. Bagi kami, terserahlah Jokowi mau lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, kita nggak ambil pusing," ujar Deddy.

"Dia memang harus melakukan semua cara apa pun untuk memelihara dinastinya. Dan itu memang sudah ciri khas dan karakter seorang Jokowi, apa pun akan dilakukan," tambahnya.

Anggota Komisi II DPR itu menyebut cerita yang beredar di publik bahwa Jokowi-lah yang membuat dan memviralkan acara adat tersebut. Jokowi dinilai melakukan hal itu agar namanya terus diperbincangkan. "Ini ceritanya, dia yang buat, dia yang waswas, dan dia pula yang viralkan. Bagi kami, itu cuma dagelan lucu-lucuan agar publik terus membicarakan dia," sambungnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags