Korea Selatan Buka Perdagangan Won 24 Jam, Langkah Besar Menuju Status Pasar Maju

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 06:18 WIB
Korea Selatan Buka Perdagangan Won 24 Jam, Langkah Besar Menuju Status Pasar Maju

Korea Selatan akan membuka perdagangan mata uang won selama 24 jam mulai 6 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan pelonggaran kontrol mata uang terbesar sejak krisis keuangan Asia 1997, sekaligus bagian dari upaya Seoul meraih status pasar maju dari MSCI.

Selama puluhan tahun, pemerintah Korea Selatan membatasi perdagangan won hanya pada jam kerja domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar setelah krisis 1997 yang nyaris melumpuhkan ekonomi. Kini, pembatasan itu mulai dilonggarkan agar won lebih mudah diperdagangkan investor global dan meningkatkan daya tarik pasar keuangan Korea Selatan.

"Perpanjangan jam perdagangan merupakan langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kehadiran Korea di pasar keuangan global," kata Senior Asia Macro Strategist Amundi Asset Management, Claire Huang. "Memfasilitasi transaksi won hingga setara dengan mata uang negara G10 membutuhkan likuiditas yang tersedia selama jam perdagangan yang lebih panjang," lanjutnya.

Kebijakan ini diterapkan di tengah pelemahan won. Mata uang Korea Selatan itu sempat menyentuh level terendah dalam 17 tahun dan menjadi yang terburuk di Asia sepanjang paruh pertama 2026. Nilai tukar won terakhir diperdagangkan pada kisaran 1.540 won per dolar AS, melemah lebih dari 6 persen sepanjang tahun ini.

Ironisnya, pelemahan terjadi ketika fundamental ekonomi Korea Selatan justru kuat. Indeks Kospi melonjak sekitar 90 persen sepanjang tahun ini, didorong euforia kecerdasan buatan yang mengangkat saham Samsung Electronics dan SK Hynix. Ekspor juga mencetak rekor tertinggi, sementara surplus transaksi berjalan mencapai sekitar USD 28 miliar pada April 2026, salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Namun, derasnya arus modal keluar menjadi penyebab utama tekanan terhadap won. Dalam empat bulan pertama tahun ini, Korea Selatan membukukan surplus transaksi berjalan sebesar USD 102,7 miliar. Akan tetapi, sebagian besar dana mengalir kembali ke luar negeri, termasuk lebih dari USD 60 miliar untuk investasi langsung ke luar negeri dan pembelian surat berharga asing oleh investor domestik. Di sisi lain, investor global juga menarik sekitar USD 43,6 miliar dari pasar saham Korea Selatan.

Senior Investment Manager Pictet Asset Management, Ali Bora Yigitbasioglu, menilai reformasi ini menunjukkan komitmen Korea Selatan terhadap standar internasional. "Meskipun prospek won masih bergantung pada siklus ekspor semikonduktor, penghapusan berbagai hambatan operasional akan membuat aset Korea secara struktural menjadi lebih menarik bagi investor," ujarnya.

Pemerintah Korea Selatan menegaskan pembukaan perdagangan won 24 jam bukan sekadar perubahan regulasi. "Tetapi infrastruktur penting yang memungkinkan pasar modal Korea mencapai tingkat aksesibilitas dan kemudahan yang diharapkan dari negara dengan status pasar maju," kata Wakil Menteri Keuangan Korea Selatan, Moon Jisung.

Meski membuka akses lebih luas bagi investor asing, sejumlah ekonom mengingatkan potensi peningkatan volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek. Ekonom Barclays, Bumki Son, mengatakan keterbukaan pasar memang membawa manfaat, tetapi juga meningkatkan risiko gejolak. "Keterbukaan pasar yang lebih besar kemungkinan akan disertai volatilitas yang lebih tinggi, dan hal itu perlu menjadi perhatian para pembuat kebijakan," katanya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags