Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengumumkan investasi gabungan pemerintah dan swasta senilai 1.800 triliun won atau sekitar Rp 20.760 triliun untuk mengamankan dominasi di bidang kecerdasan buatan. Sebanyak 890 triliun won atau Rp 10.284 triliun dialokasikan khusus untuk mempercepat pengembangan sektor chip, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix sebagai ujung tombak.
"Kita harus mengamankan elemen-elemen inti AI lebih cepat daripada negara mana pun," ujar Lee dalam pidato yang disiarkan televisi.
Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan memaparkan Samsung dan SK Hynix berkomitmen membangun masing-masing dua pabrik fabrikasi chip baru di wilayah barat daya Korea Selatan. Pemerintah kota Gwangju dan Provinsi Jeolla Selatan turut menyuntikkan dana 5 hingga 20 triliun won atau sekitar Rp 58,2 triliun hingga Rp 233 triliun. Wilayah Chungcheong dekat Seoul juga akan menerima kucuran 81 triliun won atau Rp 943,6 triliun untuk klaster pengemasan chip.
Langkah diversifikasi ke barat daya diambil karena kapasitas produksi di pusat chip eksisting seperti Yongin dan Pyeongtaek telah mencapai batas maksimal. "Untuk memenuhi permintaan semikonduktor yang tumbuh sangat cepat, kita perlu segera merampungkan pusat produksi yang sedang dibangun. Pada saat yang sama, kita harus mengamankan kapasitas produksi yang melimpah sejak awal melalui investasi baru skala besar," tutur Lee.
Kendati demikian, pengamat memperingatkan potensi kendala logistik, pasokan air dan listrik, serta kebutuhan tenaga kerja ahli di wilayah baru. Lee Jong-ho, akademisi dari Seoul National University, menilai langkah ini terlalu cepat dan mengingatkan risiko jika permintaan global terhadap chip AI tiba-tiba menurun.
Rencana pembangunan pusat chip di barat daya juga memicu kritik politik dari oposisi. Mereka mempertanyakan apakah keputusan tersebut bermuatan politis, mengingat wilayah itu merupakan basis pendukung Lee yang meraih 85 persen suara pada pemilu presiden lalu. Kritik ini mencuat di tengah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Lee yang menyusut ke angka 46,5 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah Strategis Menghadapi Kompetisi Global
Di tengah persaingan teknologi global, Korea Selatan diuntungkan oleh penguasaan teknologi memori High-Bandwidth Memory oleh Samsung dan SK Hynix. Bersama Micron asal AS, mereka mendominasi pasokan chip memori yang krusial untuk prosesor AI milik raksasa seperti Nvidia.
Kementerian Perindustrian menargetkan produksi memori DRAM akan dilipatgandakan dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, Apple dikabarkan menjajaki pembelian chip memori dari produsen China CXMT, meningkatkan urgensi bagi Seoul untuk mengamankan posisi pasar sebelum momentum pertumbuhan AI melandai.
Melalui keuntungan dari siklus pertumbuhan saat ini, produsen chip Korea Selatan didorong melakukan diversifikasi portofolio untuk menghindari Dutch disease. Menteri Sains Bae Kyung-hoon menyampaikan Korea Selatan bersiap menggelontorkan investasi hingga 1.000 triliun won atau Rp 11.650 triliun hingga 2035 untuk membangun pusat data AI berkapasitas tambahan 10 gigawatt. Sebanyak 550 triliun won atau Rp 6.407 triliun ditargetkan mengalir pada 2029 untuk desentralisasi infrastruktur digital di luar ibu kota.
Pemerintah juga merencanakan klaster robotika dan suku cadang di Saemangeum, pantai barat, yang telah menarik minat investasi Hyundai Motor untuk menandingi kemajuan robot humanoid China.
Artikel Terkait
Hong Myung-bo Mundur Usai Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026
Presiden Korea Selatan Perintahkan Investigasi Usai Timnas Gagal di Piala Dunia 2026
Hong Myung-bo Mundur Usai Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Presiden Ikut Kecam
Hong Myung-Bo Mundur Usai Korea Selatan Gagal Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026