PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,84 triliun sepanjang tahun 2026. Sebagian besar dana tersebut, sekitar Rp1,45 triliun atau hampir 79 persen, akan digunakan untuk akuisisi lahan strategis guna mendukung pengembangan proyek-proyek perseroan di masa mendatang.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan bahwa fundamental yang kuat, didukung cadangan lahan strategis dan proyek unggulan, menjadi modal penting menjaga pertumbuhan usaha berkelanjutan. "Perseroan percaya bahwa fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, proyek-proyek unggulan, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat, akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkesinambungan," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).
Hingga kuartal I-2026, BSDE membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,37 triliun. Laba bersih tercatat Rp277,6 miliar, turun sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor utama pendapatan masih berasal dari segmen penjualan properti yang menyumbang sekitar 80 persen, sementara 20 persen sisanya dari pendapatan berulang.
Pendapatan dari segmen properti komersial tumbuh 14 persen secara tahunan menjadi Rp743 miliar, dari Rp650 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan ini ditopang oleh pengakuan penjualan sejumlah proyek ruko, antara lain West Village, Del Rey Business Townhouse, dan Cascade Studio Loft di BSD City.
Di sisi lain, pendapatan berulang mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 20 persen secara tahunan menjadi Rp481 miliar, dari Rp402 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kinerja bisnis sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi, hingga jalan tol. Secara khusus, pendapatan sewa meningkat 22 persen menjadi Rp283 miliar, dari Rp233 miliar, berkat meningkatnya okupansi ruang perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Saat ini, BSDE mengelola sejumlah kawasan perkantoran premium di koridor Thamrin dan Sudirman, termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City. Perseroan juga mengoperasikan berbagai pusat ritel, seperti DP Mall Semarang, Aeon Mall Southgate, The Breeze, dan Q-Big BSD City.
Hermawan menilai kinerja kuartal pertama tahun ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi sumber pendapatan. "Kuartal I-2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan. Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial, serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja BSDE," ujarnya.
Dari sisi neraca, total aset BSDE meningkat menjadi Rp80,13 triliun pada akhir Maret 2026, dengan saldo kas dan setara kas Rp9,76 triliun.
Artikel Terkait
OJK Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Viral Isu Pidato Prabowo dan Koreksi IHSG
Hashim Djojohadikusumo dan Fadel Muhammad Masuk Jajaran Komisaris Surge, Hendrik Tee Jadi Dirut
OJK Bantah Isu Degradasi Pasar Modal Indonesia, Tegaskan Tak Akan Turun Kasta
BCA Digital Pertahankan Predikat Tempat Kerja Terbaik di Asia untuk Kedua Kalinya