Pramono Anung Sampaikan Duka Atas Tewasnya Bocah 4 Tahun Jatuh ke Lubang Proyek di Manggarai

- Senin, 29 Juni 2026 | 18:54 WIB
Pramono Anung Sampaikan Duka Atas Tewasnya Bocah 4 Tahun Jatuh ke Lubang Proyek di Manggarai

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang bocah berusia 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6) malam. Ia menegaskan pemerintah provinsi akan menanggung seluruh biaya dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.

“Pemprov DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Saya pada malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada keluarga. Termasuk macam-macamnya sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Kota Tua, Jakarta Pusat, Senin (29/6).

Pramono mengakui proyek tersebut merupakan inisiatif Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan taman, namun pengelolaannya dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi langkah hukum yang ditempuh keluarga korban.

“Memang itu adalah proyek yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR, tetapi anak tersebut masuk ke tempat itu. Kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat,” ujarnya.

Korban, seorang bocah laki-laki, terjatuh ke lubang pengecoran proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, pada Sabtu sekitar pukul 23.40 WIB. Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi bersama petugas gabungan.

“Polsek Tebet menerima laporan warga adanya anak kecil yang terperosok ke dalam lubang proyek,” kata Ischak, Minggu (29/6).

Menurut Ischak, korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek sebelum terperosok ke lubang sedalam 3,5 hingga 4 meter dengan diameter 30x30 sentimeter. Teman korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Posko Taktis (Poskotis) Manggarai.

Proses evakuasi berlangsung dramatis selama lebih dari empat jam. Petugas awalnya mencoba mengevakuasi korban secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang, namun gagal karena ukuran lubang terlalu sempit. Mereka kemudian berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, hingga meminjam dua unit ekskavator untuk menggali.

“Dilakukan pinjam pakai dua unit ekskavator terdekat TKP. Sebelum penggalian dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna menghindari longsor. Polsek Tebet juga melakukan pengamanan TKP dengan pemasangan police line agar masyarakat tidak menghambat proses,” ujar Ischak.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 03.55 WIB dan langsung dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Ischak menambahkan, banyaknya warga yang memadati lokasi sempat menjadi kendala, namun situasi tetap aman dan kondusif.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags