Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah wilayah di Eropa sejak 20 Juni 2026. Prancis, Jerman, Polandia, hingga Ceko diterjang heatwave dengan puncak suhu mencapai 41 derajat Celsius. Akibatnya, warga berbondong-bondong membeli alat pendingin seperti kipas angin dan AC.
Setidaknya 191 juta orang terpapar gelombang panas ini pada Minggu (28/6) di Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 1.300 kematian selama periode gelombang panas yang berlangsung sejak 21 Juni 2026 hingga kini.
Berdasarkan laporan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) dan Copernicus Climate Change Service (C3S), sejak 1965 hingga 2025 wilayah Eropa mengalami kenaikan suhu permukaan rata-rata 0,1 hingga 1,5 derajat Celsius per tahun. ECMWF juga melaporkan bahwa benua Eropa mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan benua lain dalam beberapa dekade terakhir.
Data ERA5 menunjukkan tingkat peningkatan suhu rata-rata di Eropa mencapai 0,49 hingga 0,09 derajat Celsius per dekade dari 1979 hingga 2025. Sementara itu, dari 1996 hingga 2025 kenaikan suhu rata-rata mencapai 0,56 hingga 0,15 derajat Celsius.
The Reuters Climate Monitor, yang mengolah dataset ERA5 dari ECMWF, menyebut Eropa menjadi benua dengan kenaikan suhu permukaan paling jauh dari kondisi normalnya. Dibandingkan benua lain, Eropa mengalami anomali suhu terbesar hingga 3,6 derajat Celsius dalam periode 1961 hingga 1990. Meski demikian, suhu tertinggi di Eropa saat itu hanya 24,2 derajat Celsius, belum melampaui suhu di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Kenaikan suhu permukaan ini terasa signifikan saat ini. Institut Meteorologi Ceko (CHMI) mencatat suhu di Praha mencapai 41 derajat Celsius, tepatnya di Doksany, sebelah utara ibu kota. Suhu serupa juga terukur di Jerman, di mana Dinas Pengamatan Cuaca Jerman (DWD) mencatat 41,7 derajat Celsius.
Artikel Terkait
Mantan Gitaris Superglad Dadi Yudistira Meninggal karena Serangan Jantung
Produsen AC China Kebanjiran Pesanan dari Eropa akibat Gelombang Panas Ekstrem
Polisi: Belum Ada Laporan Pencurian Pelat Percetakan di Balik Penyekapan Karyawan Mau Print
Satgas Gakkum Lundup Bareskrim Selamatkan Keuangan Negara Hampir Rp 1 Triliun