Kepanikan di Balik Pintu Kos: Guru Muda Tewas Diterkam Mantan Penjaga

- Jumat, 21 November 2025 | 14:06 WIB
Kepanikan di Balik Pintu Kos: Guru Muda Tewas Diterkam Mantan Penjaga
Kasus Pembunuhan Guru di OKU

Riko Irawan (29) mengakui perbuatannya. Di hadapan polisi, ia mengurai cerita pilu yang berakhir tragis dengan tewasnya seorang guru muda, Sayidatul Fitriyah (27). Aksi brutal itu, menurut pengakuannya, berawal dari kepanikan. Saat itu, korban meneriakinya "maling" ketika ia dipergoki di dalam kamar kos.

Kapolres OKU AKBP Endro Ariwibowo membeberkan kronologi yang terungkap dari penyidikan. Riko, yang ternyata mantan penjaga rumah kos itu, menyusup ke kamar Sayidatul dengan diam-diam. Sebelumnya, ia bersembunyi di plafon.

“Pelaku panik ketika diteriaki korban. Ia takut kedapatan warga sehingga langsung menyekap korban dengan mengikat tangan dan kaki serta membekap mulut korban dengan jilbab,” jelas Endro dalam konferensi pers, Jumat (21/11/2025).

Semuanya berawal dari sebuah pertengkaran rumah tangga. Riko kabur dari rumah mertuanya pada Selasa malam (18/11/2025) setelah berselisih dengan istrinya. Tanpa arah jelas, ia pun menyelinap ke sebuah kamar kosong di dekat kamar korban, hanya untuk sekadar menenangkan pikiran.

Namun begitu, pagi harinya, kehadirannya ketahuan oleh penjaga kos yang baru. Agar tidak tertangkap, ia memutuskan memanjat plafon dan masuk ke kamar Sayidatul.

Siang itu, nasib berkata lain. Sayidatul pulang mengajar dan mendapati Riko bersembunyi di kamarnya. Teriakan sang guru memecah kesunyian. Riko, yang sudah kalut, langsung bereaksi. Tindakannya berubah fatal, merenggut nyawa perempuan malang itu.

Usai peristiwa mengerikan itu, Riko sempat bersembunyi di rumah mertuanya yang letaknya tak jauh dari TKP. Tapi saat polisi datang menggerebek, ia sudah kabur lagi, kali ini menuju rumah orang tuanya di Kabupaten Ogan Ilir.

Jerat hukum akhirnya mengetat. Aparat berhasil menangkap Riko pada Jumat dini hari, tepatnya pukul 01.30 WIB. Dari tangan pelaku, polisi juga menyita ponsel milik korban yang disembunyikannya di sebuah rumah kosong dekat lokasi kejadian.

Sayidatul ditemukan sudah tak bernyawa pada Rabu malam (19/11/2025). Warga yang curiga akhirnya mendobrak pintu kamarnya. Mereka melihat sepeda motornya masih terparkir, tapi pemiliknya tak kelihatan sama sekali.

Perempuan asal Lampung Timur ini dikenal sebagai guru di SMP Negeri 46 OKU. Ia baru beberapa bulan menempati rumah kos tersebut, membangun harapan baru di perantauan.

Meski Riko berkilah tidak ada niat membunuh, polisi bersikukuh. Tindakannya sudah memenuhi unsur pidana berat.

“Pelaku tetap kami jerat dengan pasal pembunuhan yang ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara,” tegas Endro tanpa ragu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar