Video pendek di TikTok bikin gemas. Rabu malam lalu, akun @papan_ucapan.mks mengunggah cerita pilu seorang pengusaha rental papan ucapan di Makassar. Intinya, dia merasa jadi korban pungutan liar dan lokasinya tak main-main: di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Dalam video itu, terlihat momen saat dia menjemput papan bunganya dari sekitar Fakultas Hukum Unhas. Nah, persis saat mau angkut, datanglah dua pria berseragam hitam-hitam. Mereka mendekat, lalu menurut pengakuan korban meminta sejumlah uang. Alasannya? Uang keamanan.
"Uang keamanan katanya baru hilang jhi bungaka," tulis si pemilik akun dalam keterangan videonya, menyelipkan keluhan dalam logat lokal.
Dia pun berpesan ke sesama pengusaha: hindari ambil papan pada malam hari, soalnya praktik semacam ini kerap terjadi. "Mungkin gajinya tidak cukup yah guys, jadi kita dipajaki (pungli)," ujarnya dalam video. "Padahal ini kampus negeri loh guys, Unhas lagi."
Rupanya, tarifnya punya standar sendiri. Korban menjelaskan lewat kolom komentar, pungutan itu bervariasi: mulai dari lima ribu untuk papan kecil, sepuluh ribu untuk yang besar, sampai lima belas ribu rupiah per karangan bunga. "Na bilang kalau di sini karangan bunga 15k, kalau papan besar 10k, papan kecil 5k," jelasnya.
Keluhan serupa datang dari akun lain, @myzura_project2, yang juga bergerak di bisnis serupa. "Kurir ku juga semalam diminta ki Rp5 ribu per papan," tulisnya singkat. Jadi, bukan cuma sekali ini terjadi.
Efek Viral: Telepon Misterius dan Ancaman
Video itu meledak ditonton puluhan ribu kali dalam hitungan jam. Tapi dampaknya langsung terasa. Korban mengaku dapat panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Isinya ancaman: dia akan dilaporkan.
"Saya barusan ditelepon, tidak tahu siapa mau dilaporkan katanya," ujarnya, terdengar was-was.
Sebelumnya, akun @Adhyake2 juga berkomentar menantang klarifikasi. "1×24 jam (saya) tunggu klarifikasimu bosku," tulisnya, lalu menambahkan, "Saya telepon ki bosku."
Korban malah bingung. Mau klarifikasi apa? "Klarifikasi apa, saya kurang mengerti sistem keamanannya di sana," balasnya. "Jabatannya satpam, securiti, atau keamanan lain yang jelas orangnya pakai seragam hitam."
Respon Cepat Humas Unhas
Untungnya, pihak kampus tidak tinggal diam. Kurang dari satu hari setelah video beredar, Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman, langsung angkat bicara.
"Saya adalah Kepala Humas Unhas. Informasi ini kami tangani sangat serius sesuai komitmen Unhas untuk menjadi kampus berintegritas, bebas dari praktik pungli," tegas Ishaq.
Dia menyatakan bahwa oknum yang terlibat bukan anggota satpam resmi kampus. Meski begitu, orang yang dimaksud sudah dimintai keterangan. "Saat ini pelaku telah dimintai keterangan dan sedang dalam proses untuk penindakan," jelasnya.
Jadi, meski seragamnya mirip, statusnya masih dipertanyakan. Yang jelas, Unhas berjanji menindak. Tinggal kita tunggu, apakah janji ini betul-betul terealisasi atau cuma sekadar respons cepat di atas kertas.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai
Harga Emas Pegadaian Naik, Emas UBS Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Besi Rel Bekas KAI di Jombang, Oknum Pegawai Terlibat