Kejutan besar terjadi di Estadio Carlos Belmonte, Kamis dini hari tadi. Albacete, tim yang bahkan bukan dari papan atas Liga Spanyol, berhasil menyingkirkan raksasa Real Madrid dari Copa del Rey. Skor akhir 3-2 untuk tuan rumah, dan hasil ini tentu saja menggemparkan.
Albacete-lah yang membuka kejutan lebih dulu. Menjelang turun minum, tepatnya di menit ke-42, Javi Villar sukses menyundul bola dari sepak pojok. Andriy Lunin di gawang Madrid tak berkutik.
Madrid langsung tersengat. Mereka membalas hampir di penghujung waktu tambahan babak pertama, juga lewat sepak pojok. Sundulan Dean Huijsen ditepis kiper Raul Lizoain, tapi bola muntahnya langsung disambar Franco Mastantuono. Gol! Skor pun menjadi imbang.
Laga kemudian berjalan alot. Baru di menit ke-82, Albacete kembali memecah kebuntuan. Kekacauan di kotak penalti Madrid berbuah petaka. Jefte Betancor melepaskan tendangan yang hanya bisa ditepis Lunin, namun bola tetap meluncur masuk. 2-1!
Menit-menit akhir punya cerita lain. Madrid, seperti biasa, berusaha bangkit. Di menit 90 1, Gonzalo Garcia menyundul bola masuk dari sekali lagi sepak pojok. Sepertinya pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Tapi Betancor punya jawaban final. Hanya berselang tiga menit kemudian, pemain itu melepaskan sepakan chip yang cantik. Lunin hanya bisa terdiam mematung, melihat bola melambung melewatinya. Gol! 3-2 untuk Albacete, dan itu menjadi penutup yang sempurna. Real Madrid pun tersingkir dengan cara yang dramatis.
Kekalahan ini tentu terasa pahit, terutama bagi Alvaro Arbeloa. Ini adalah debutnya sebagai pelatih kepala Madrid, menggantikan Xabi Alonso yang baru saja dipecat. Sungguh awal yang berat. Apalagi, mereka dikalahkan oleh tim yang saat ini hanya duduk di peringkat 17 Divisi 2 Spanyol. Bisa dibayangkan betapa memalukannya hasil ini.
Di sisi lain, perjalanan Barcelona, rival abadi Madrid, di Copa del Rey baru akan dimulai. Mereka akan bertandang ke markas Racing Santander, pemuncak Divisi 2, Jumat dini hari nanti. Siapa sangka, tim-tim dari kasta kedua justru menjadi penentu cerita di kompetisi piala kali ini.
Artikel Terkait
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Resmi Terbentuk
Acosta Akui Aprilia dan Ducati Ancaman Serius, Tapi KTM Tak Menyerah
AC Milan Siapkan Rencana Perombakan Lini Depan, Dybala Jadi Target Utama
Era Emas Berakhir: Lima Juara Dunia Bulu Tangkis Pensiun di Puncak Karier