Israel Klaim Tewaskan 900 Anggota Hizbullah, Gencatan Senjata dengan Lebanon Dianggap Gagal

- Senin, 01 Juni 2026 | 03:05 WIB
Israel Klaim Tewaskan 900 Anggota Hizbullah, Gencatan Senjata dengan Lebanon Dianggap Gagal

Meskipun gencatan senjata telah resmi berlaku sejak April lalu, militer Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon dan mengklaim telah menewaskan 900 anggota Hizbullah. Agresi militer ini berlangsung tanpa jeda, menandai kegagalan perjanjian damai yang seharusnya menghentikan pertempuran antara kedua pihak.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui kanal Telegram, militer Israel mengungkapkan bahwa pasukannya telah menyerang puluhan lokasi yang diduga merupakan basis kelompok Hizbullah sejak Minggu pagi waktu setempat. Serangan tersebut menyasar fasilitas penyimpanan senjata, pusat komando yang dijaga ketat, serta infrastruktur lain di wilayah Tyre dan sejumlah daerah di Lebanon selatan.

“Seiring dengan kemajuan operasi di daerah Beaufort Ridge, hari ini kami telah menyerang fasilitas penyimpanan senjata, pusat komando yang dijaga, dan infrastruktur Hizbullah tambahan di daerah Tyre dan daerah tambahan di seluruh Lebanon selatan,” demikian bunyi pernyataan militer Israel.

Sementara itu, gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April nyatanya tidak pernah dipatuhi sepenuhnya oleh kedua belah pihak. Israel dan Hizbullah saling melontarkan tuduhan pelanggaran, dan masing-masing membenarkan serangan yang dilancarkan sebagai respons atas pelanggaran lawan. Situasi ini membuat perjanjian damai hanya menjadi dokumen tanpa implementasi nyata di lapangan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya mengecam keras tindakan Israel dengan menyebutnya sebagai penerapan “kebijakan bumi hangus” di wilayah selatan negaranya. Kecaman ini muncul di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa akibat konflik yang meletus sejak 2 Maret lalu.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 3.412 orang tewas dan 10.269 lainnya mengalami luka-luka sejak dimulainya konfrontasi antara Hizbullah dan Israel pada awal Maret. Angka ini terus bertambah seiring dengan berlanjutnya serangan udara dan operasi darat di berbagai wilayah Lebanon selatan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar