Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal, Suplai Ditingkatkan 120-125 Persen

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:40 WIB
Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal, Suplai Ditingkatkan 120-125 Persen

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya mulai terurai. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan kondisi pelayanan BBM berangsur normal setelah Pertamina meningkatkan kapasitas distribusi secara signifikan.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, berbagai langkah operasional yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berhasil mendorong penyaluran BBM ke SPBU hingga 120-125 persen dibandingkan kondisi normal. Langkah itu meliputi peningkatan 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awaknya, pengalihan suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi dalam keterangan, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, peningkatan suplai tersebut merupakan langkah percepatan untuk menormalkan pelayanan. Sebelumnya, suplai hanya ditingkatkan 112 persen. “Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama PPN pada Jumat sore (17/7/2026), antrean di sebagian besar SPBU Kota Medan telah menyusut drastis. “Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal,” tutur Wahyudi.

Distribusi, Bukan Kuota

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan, realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih di bawah rerata nasional. Kondisi serupa terjadi pada penyaluran pertalite di Sumatera Utara. Ia menegaskan, persoalan antrean bukan disebabkan keterbatasan kuota.

“Realisasi ini masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” ujar dia.

Fathul menilai, evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat. “Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system. Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” tuturnya.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, mengatakan seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan dioptimalkan selama 24 jam. Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari. Peningkatan itu dilakukan untuk memperkuat stok di tingkat SPBU.

“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags