Kinerja PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, diproyeksikan menguat pada semester II-2026. Hal ini didorong oleh hadirnya sejumlah film blockbuster internasional seperti Minions, Jumanji, Spider-Man, dan Avengers.
Analis Samuel Sekuritas, Fadhlan Banny Firmansyah, menilai deretan film waralaba tersebut berpotensi menarik hingga 20 juta penonton. "Performa semester II-2026 akan didukung oleh peluncuran sejumlah film internasional yang sangat dinantikan, seperti Minions, Jumanji, Spider-Man, dan Avengers," tulisnya dalam riset, Sabtu (18/7/2026).
Meski memangkas proyeksi laba 2026 sebesar 5,5 persen akibat pelemahan rupiah, kenaikan biaya operasional, dan suku bunga yang masih tinggi, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy. Target harga saham CNMA diturunkan menjadi Rp110 per saham dari sebelumnya Rp170, dengan menggunakan pendekatan valuasi price-to-earnings ratio (PER) yang lebih konservatif.
Menurut Fadhlan, penurunan harga saham CNMA sekitar 23 persen secara year-to-date justru menciptakan peluang akumulasi. Saham perseroan diperdagangkan pada valuasi P/E 2027 sebesar 8,6 kali, atau sekitar 40 persen lebih murah dibandingkan rata-rata sektor. Selain itu, CNMA menawarkan potensi dividend yield sekitar 10,4 persen, didukung kebijakan pembagian dividen dengan payout ratio 100 persen.
Pada semester I-2026, industri bioskop nasional mencatat pelepasan sedikitnya 259 judul film dengan total penjualan tiket mencapai 52,7 juta penonton. Dengan pangsa pasar Cinema XXI sekitar 70 persen, Samuel Sekuritas memperkirakan CNMA membukukan sekitar 36,7 juta penonton sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Meski jumlah penonton secara kumulatif turun 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kinerja kuartalan menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 37,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan jumlah penonton masih turun 25,7 persen akibat tingginya basis perbandingan pada kuartal II-2025, yang menjadi kontributor laba terbesar perseroan dalam empat tahun terakhir.
Untuk kuartal II-2026, Samuel Sekuritas memproyeksikan pendapatan CNMA sekitar Rp1,5 triliun dengan laba bersih di kisaran Rp200 miliar hingga Rp250 miliar. Capaian tersebut setara sekitar 30 persen dari proyeksi laba tahunan Samuel Sekuritas dan 32 persen dari konsensus pasar.
Film-film lokal juga diperkirakan tetap menjadi penopang kinerja, terutama dari genre horor, drama, dan komedi yang masih mendominasi minat penonton Indonesia. Kehadiran waralaba lokal yang kuat dalam genre tersebut diyakini akan menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan kinerja CNMA hingga akhir tahun.
Artikel Terkait
Daya Beli Lesu, Rebranding dan Efisiensi Jadi Penopang Kinerja ACES
Penjualan Ponsel Premium Dorong Laba Erajaya Diproyeksi Melonjak 53 Persen
Spider-Man dan Avengers Siap Dongkrak Kinerja CNMA di Semester II-2026
IHSG Melemah 2,31% pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi