Pasukan Penjajah Israel (IDF) bersama Badan Keamanan Israel (ISA) mengklaim telah menewaskan seorang komandan kompi Hamas dalam serangan udara di Gaza selatan. Serangan yang berlangsung pada Kamis (16/7) itu menyasar Anas Mahmoud Ahmed Hamdan, yang dituduh terlibat dalam penahanan sandera Israel dan membantu para pemimpin senior Hamas.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat (17/7), IDF dan ISA menyebut Hamdan tewas akibat serangan di wilayah Khan Younis. Ia dituduh memainkan peran sentral dalam penahanan sandera Israel selama konflik bersenjata berlangsung, termasuk terlibat dalam proses pemindahan dan pembebasan mereka sebagai bagian dari perjanjian pertukaran sandera.
Selain itu, Hamdan disebut turut melindungi para pemimpin senior Hamas di lapangan, yang oleh Israel dianggap bertanggung jawab penuh atas operasi Thufanul Aqsha pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan. Militer Israel juga menuduhnya mengawasi aktivitas propaganda untuk Brigade Khan Younis milik Hamas dan bertugas sebagai asisten dekat para komandan senior di sayap militer gerakan perlawanan tersebut.
Israel menambahkan bahwa Hamdan membantu melatih para pejuang serta mendukung berbagai operasi serangan terhadap pasukan pendudukan Israel. Hingga berita ini diturunkan, pihak Hamas belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim sepihak dari Israel tersebut.
Artikel Terkait
Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Kushner Tinggalkan Yerusalem Tanpa Terobosan, Gencatan Senjata Gaza Masih Jauh
Kapal Aktivis Berlayar dari Bristol untuk Tembus Blokade Gaza
Sinyal Perubahan: Dari Ancaman Fidan hingga Pertemuan Kushner dengan Hamas