Delapan pendaki wanita asal Jakarta dievakuasi petugas setelah kelelahan saat melakukan pendakian tektok di Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas hanya menggunakan alat seadanya, termasuk selembar kain sarung.
Peristiwa itu terjadi sekitar tiga hari lalu. Riswan (44), seorang relawan, mengatakan kepada Kumparan pada Jumat (17/7) bahwa kedelapan pendaki tersebut nekat mendaki tanpa pendampingan dan pengawasan dari relawan. "Tidak tahu bagaimana ceritanya sampai mereka bisa nekat mendaki tanpa didampingi relawan yang biasa mendampingi para pendaki, apalagi yang melakukan pendakian pulang-pergi," ujarnya.
Saat dievakuasi, kondisi kedelapan pendaki dilaporkan baik, namun beberapa di antaranya mengalami kelelahan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan turun.
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni, menyesalkan kejadian tersebut. Ia meminta para pendaki untuk menaati aturan dan arahan petugas. "Lakukan pendaftaran resmi saat akan melakukan pendakian. Jangan tergiur dengan ajakan dari oknum yang bisa menjamin untuk tetap bisa melakukan pendakian. Karena ada sanksi jika pendaki melakukan tanpa izin," tegas Deni.
Artikel Terkait
Ular King Kobra Kawin di Jemuran Pakaian, Warga Jonggol Panik
Topan Bavi Landa Tiongkok, 1,72 Juta Jiwa Mengungsi
Topan Bavi Mendekat, China Evakuasi 1,8 Juta Warga
Kucing di Depok Selamat dari Kaleng Makanan yang Menjerat Kepalanya