Topan Bavi Landa Tiongkok, 1,72 Juta Jiwa Mengungsi

- Minggu, 12 Juli 2026 | 00:40 WIB
Topan Bavi Landa Tiongkok, 1,72 Juta Jiwa Mengungsi

Topan Bavi mulai menerjang Tiongkok bagian timur dengan angin kencang, memaksa jutaan orang mengungsi demi keselamatan. Badai ini mendarat di Provinsi Zhejiang pada Sabtu malam, membawa pusaran angin dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, Topan Bavi mencapai daratan sekitar pukul 23.20 waktu setempat. Sebelumnya, badai ini telah menghantam Taiwan bagian utara dan pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang, menumbangkan pepohonan dan memutus aliran listrik di puluhan ribu rumah.

Pihak berwenang bergerak cepat. Hingga Sabtu pagi, sebanyak 1,72 juta orang telah dievakuasi ke tempat aman. Aktivitas belajar-mengajar, perkantoran, transportasi, dan kegiatan luar ruangan dihentikan. Lebih dari 400 penerbangan dan puluhan jadwal kereta api di Zhejiang dibatalkan.

"Mobilisasi proaktif dan menyeluruh ini dilakukan tanpa menghemat tenaga maupun biaya, sepenuhnya untuk mengantisipasi skenario terburuk," demikian pernyataan pemerintah kota Wenzhou.

Topan Bavi diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat laut sambil melemah. Namun, dampaknya masih terasa luas. Di wilayah timur Zhejiang dan provinsi Fujian timur laut, hujan lebat diperkirakan akan mengguyur. Tayangan CCTV menunjukkan warga memperkuat penutup besi toko dengan balok kayu dan menempelkan selotip pada jendela.

Cuaca ekstrem sebelumnya telah menimbulkan kerusakan parah di Tiongkok bagian selatan dan tengah. Badai tersebut menewaskan sedikitnya 39 orang, menyebabkan puluhan sungai meluap, dan menjebol sebuah bendungan waduk.

Di Beijing, hujan deras memicu evakuasi lebih dari 100.000 orang. Debit air dari Waduk Miyun ditingkatkan untuk mengantisipasi banjir. Sementara itu, lebih dari 130.000 orang telah mengungsi di Fujian, dan sekitar 34.000 jiwa dievakuasi dari kawasan pesisir serta area berisiko tinggi di Shanghai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags