Unik, Warung Makan Berdiri di Tengah Pemakaman Ramai Pembeli

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:24 WIB
Unik, Warung Makan Berdiri di Tengah Pemakaman Ramai Pembeli

Ida Nengsih (50) memilih lokasi yang tak biasa untuk membuka warung makan: di tengah kompleks pemakaman TPU Karangpamulang, Kampung Sukasari, Karawang. Meski terletak di ujung permukiman yang berbatasan langsung dengan area pemakaman, warung ini justru ramai dikunjungi.

Suasana syahdu terasa saat malam tiba. Lampu warna-warni menghiasi pepohonan dan langit-langit warung sederhana itu, menciptakan pemandangan yang jauh dari kesan angker. Meja dan kursi pelanggan diletakkan di antara makam, namun tak satu pun pengunjung yang merasa takut. Sebuah keluarga tampak asyik bercengkerama sambil menikmati santap malam di bawah hiasan lampu.

Ida mengungkapkan bahwa ide membuka usaha di lokasi ini berasal dari menantunya. "Inspirasinya dari menantu ibu sih. Katanya, 'Kalau mau jualan di sini aja, mama.' Di sini banyak anak kecil, banyak yang main, gitu. Jadi mereka yang modalin ibu buka di sini," ujarnya saat ditemui di warung.

Warung yang baru beroperasi sekitar dua minggu ini menyajikan menu nasi uduk, mi ayam, seblak, hingga jajanan anak seperti sosis. Pembeli tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari luar daerah yang penasaran dengan lokasi unik warung tersebut.

Aktivitas jualan dimulai sejak sore hingga dini hari. Pagi hingga siang hari, Ida manfaatkan untuk beristirahat dan mengolah bahan makanan. "Sampai malam, jam 1 juga ibu masih buka, nasi uduk. Pagi sampai siang mah tutup, mulai sore baru buka lagi," tambahnya.

Apuh (53), warga setempat sekaligus pembeli, mengaku tidak merasa takut. Sebaliknya, warga justru menganggap warung ini sebagai tempat yang nyaman untuk bersosialisasi setelah lelah beraktivitas. "Alhamdulillah ya warga mah antusias, jadinya ramai," katanya.

Keberadaan warung ini juga memicu rasa penasaran pembeli dari luar kampung yang ingin menjajal sensasi nongkrong di dekat pemakaman. "Jadi kayak gimana ya, jadi adrenalin katanya mah, kata ibu-ibu sama anak-anak mah," ujar Apuh.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags