Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna kepada Modi, 16 Kerja Sama Diteken

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:06 WIB
Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna kepada Modi, 16 Kerja Sama Diteken

Perdana Menteri India Narendra Modi menerima penghargaan sipil tertinggi Indonesia, Bintang Adipurna, dalam kunjungan kenegaraannya ke Jakarta pada 6–8 Juli 2026. Penghargaan itu disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka sebagai simbol persahabatan kedua bangsa.

Pertemuan bilateral pada Selasa, 7 Juli 2026, disebut Prabowo sebagai tonggak bersejarah yang memperkuat komitmen memajukan kemitraan strategis komprehensif. Kedua pemimpin sepakat mempercepat negosiasi Indonesia–India Preferential Trade Agreement (PTA) dan meninjau kembali ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Langkah ini sejalan dengan visi besar masing-masing negara: Viksit Bharat 2047 dan Indonesia Emas 2045.

Salah satu hasil yang paling dinanti adalah integrasi sistem pembayaran digital. Jika rampung pada akhir 2026, kode QR Indonesia (QRIS) bisa digunakan di India, sementara Unified Payments Interface (UPI) India berlaku di Indonesia. Modi menyambut baik rencana ini, menyebutnya sebagai penguat hubungan antarmasyarakat dan pendorong transaksi ekonomi.

Kunjungan ini menghasilkan enam belas dokumen kerja sama, mulai dari kontrak pengadaan rudal jelajah BrahMos hingga kerja sama pendidikan tinggi. Di Yogyakarta, kedua pemimpin juga meresmikan restorasi Kompleks Candi Prambanan, situs warisan dunia UNESCO, memperkuat dimensi budaya hubungan bilateral.

Peluang besar, tantangan implementasi

Percepatan PTA dan integrasi QRIS-UPI berpotensi menjadi game changer bagi UMKM dan pariwisata. Transaksi lintas batas yang lebih murah dan cepat bisa mendorong arus wisatawan India yang terus tumbuh.

Namun, keberhasilan PTA bergantung pada kemauan politik untuk menyelesaikan tarif sensitif yang kerap menjadi ganjalan negosiasi ASEAN-India. Integrasi pembayaran digital juga menuntut harmonisasi regulasi keamanan siber dan perlindungan data; jika lengah, justru bisa membuka celah penipuan lintas negara.

Bagi Indonesia, kemitraan ini strategis untuk diversifikasi mitra dagang di tengah ketidakpastian geopolitik global. Syaratnya, implementasi harus dikawal serius, bukan sekadar seremoni penandatanganan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags