Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Malang, Targetkan Peremajaan Tebu Rampung Dua Tahun

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:36 WIB
Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Malang, Targetkan Peremajaan Tebu Rampung Dua Tahun

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi panen raya yang digelar TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6). Dalam acara yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh itu, Prabowo memimpin panen tebu oleh TNI AU di delapan titik, panen padi oleh TNI AD di 31 titik, serta panen kedelai oleh TNI AL di empat lokasi.

Turut hadir Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku bangga dengan kinerja para pejabat negara belakangan ini. Ia menilai mereka telah menunjukkan kerja keras yang luar biasa. "Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini saya melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat," kata Prabowo.

Ia mengungkapkan, tak sedikit pembantunya yang bahkan jatuh sakit karena terlalu keras bekerja. "Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja yang ambruk, masuk rumah sakit, karena kerja keras," bebernya.

Prabowo menambahkan, pemerintahannya saat ini tengah berupaya mengejar target. "Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita," ujarnya. "Sehingga pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya."

Ia menegaskan, bangsa Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang santai. "Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," tegasnya. "Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur. Semua unsur. Kita bahu-membahu. Saya mengajak semua kekuatan sudah, bersatulah. Bersatulah bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita."

TNI-Polri Anak Kandung Rakyat

Prabowo menyebut TNI-Polri kini telah ambil bagian dalam program ketahanan pangan, membuktikan peran mereka tak hanya di bidang pertahanan dan keamanan. "Dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini kita menyaksikan panen raya TNI. Ada tebu, ada kedelai, ada padi. Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara," katanya.

Ia menambahkan, TNI-Polri adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat, bahkan disebut sebagai anak kandung rakyat. "TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," ujar Prabowo. "Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu."

Peremajaan Tebu Rampung dalam Dua Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional yang sudah 12 tahun tidak dilakukan. "Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dan dengan demikian akan dicapai dalam 4 tahun," katanya.

Namun, setelah berdiskusi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Prabowo menyebut Amran optimistis peremajaan seluruh lahan tebu bisa rampung dalam dua tahun. "Tapi saya bilang, bagus. Tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji, dua tahun, tapi you nggak masuk rumah sakit," tutur Prabowo.

Panen raya juga dilakukan serentak di 42 titik lainnya. Selain memimpin panen, Prabowo meninjau sejumlah stan yang menampilkan program unggulan TNI serta inisiatif hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan industri nasional.

Sepanjang Januari-Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026. Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton, sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional.

Bangun 30 Pabrik Etanol

Prabowo juga ingin mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional dengan membangun sekitar 30 pabrik baru guna mendukung implementasi bahan bakar campuran etanol 10 persen (E10). "Kita mampu menuju E10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol," katanya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Indonesia bahkan memiliki potensi untuk meningkatkan kadar campuran bioetanol hingga 20% (E20). Namun hal itu terkendala keterbatasan kapasitas produksi karena Indonesia baru memiliki satu pabrik etanol. "Pabriknya yang kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik, kalau perlu sampai 50 pabrik," ucapnya.

Prabowo membandingkan perkembangan bioetanol di negara lain yang dinilai lebih maju. "India sudah E20, Brazil sudah E100, masa Indonesia nggak bisa. Indonesia bisa kan? Bisa? Yang nggak mau, nggak apa-apa. Duduk saja, duduk saja nonton," katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags