Uang Lusuh Jadi Sasaran Empuk Pemalsuan, Begini Cara Melindungi Rupiah

- Jumat, 17 Juli 2026 | 05:06 WIB
Uang Lusuh Jadi Sasaran Empuk Pemalsuan, Begini Cara Melindungi Rupiah

Uang kertas yang lusuh, penuh lipatan, basah, atau coretan sering dianggap masih layak pakai selama nominalnya terbaca. Namun di balik kebiasaan itu, tersimpan risiko yang kerap luput: semakin sulitnya membedakan uang asli dan palsu. Pelaku pemalsuan memanfaatkan kondisi uang rusak karena unsur pengaman seperti tanda air, benang pengaman, gambar rectoverso, tinta berubah warna, hingga gambar tersembunyi menjadi sulit dikenali.

Di sinilah pentingnya menumbuhkan rasa Cinta Rupiah bukan sekadar menggunakan Rupiah dalam transaksi, tetapi juga merawatnya agar bersih, rapi, dan layak edar. Upaya sederhana ini menjadi benteng pertama mencegah peredaran uang palsu.

Kebiasaan 5J dan Metode 3D

Merawat Rupiah bisa dimulai dari kebiasaan 5J: Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dicoret, dan Jangan Dibasahi. Dengan menjaga kondisi uang tetap baik, seluruh unsur pengaman akan terlihat jelas sehingga lebih mudah dikenali. Selain memperpanjang umur edar, kebiasaan ini membantu masyarakat memastikan keaslian Rupiah yang diterima.

Namun, uang terawat saja belum cukup. Masyarakat juga perlu membiasakan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Dengan melihat desain dan warna, meraba tekstur kasar pada bagian tertentu, serta menerawang tanda air dan benang pengaman, keaslian Rupiah bisa dikenali tanpa alat khusus.

Kewaspadaan juga perlu diterapkan saat bertransaksi. Lakukan pemeriksaan uang di tempat dengan pencahayaan cukup agar unsur pengaman terlihat jelas. Jangan terburu-buru menerima uang di lingkungan gelap atau saat tergesa-gesa situasi yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengedarkan uang palsu.

Memerangi uang palsu bukan hanya tugas Bank Indonesia atau aparat penegak hukum. Setiap masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya. Dengan membiasakan 5J, menerapkan 3D, dan bertransaksi di tempat terang, kita ikut menjaga kepercayaan terhadap Rupiah. Sebab, uang palsu hanya bisa beredar saat kita lengah. Semakin peduli dan waspada, semakin sempit ruang gerak uang palsu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags