Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus level Rp18.000, mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Angka ini melampaui titik terendah saat Krisis Moneter 1998 yang berada di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800, serta masa pandemi Covid-19 yang sempat menyentuh Rp16.575.
Pelemahan ini terjadi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Saat dilantik pada Oktober 2024, rupiah masih berada di kisaran Rp15.460 hingga Rp15.490 per dolar AS. Kini, mata uang Garuda terperosok ke level Rp18.000, menandai penurunan signifikan dalam waktu kurang dari setahun.
Para ekonom masih mencermati faktor-faktor yang mendorong pelemahan ini, mulai dari tekanan eksternal hingga fundamental domestik. Namun, yang jelas, rekor baru ini menjadi alarm bagi stabilitas ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Dirjen Minerba Buka Ruang Masukan Pelaku Industri soal Implementasi B50
IHSG Dibuka Menguat ke 6.056,75, Rupiah Stabil di Rp18.059
Pemerintah Kaji Penyaluran Bansos Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Prabowo Perintahkan Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis dan Tertibkan SPPG Nakal