Waskita Rugi Rp1,92 Triliun pada Semester I-2026, Tersedot Beban Konstruksi dan Utang

- Kamis, 16 Juli 2026 | 11:15 WIB
Waskita Rugi Rp1,92 Triliun pada Semester I-2026, Tersedot Beban Konstruksi dan Utang

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat kerugian bersih sebesar Rp1,92 triliun pada semester pertama 2026. Meski pendapatan melesat 58 persen menjadi Rp4,92 triliun, beban pokok yang membengkak dan utang yang menumpuk membuat perusahaan konstruksi pelat merah ini masih tertekan.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited yang dirilis Rabu (15/7/2026), laba kotor Waskita justru turun 24 persen menjadi Rp504 miliar. Margin laba kotor pun menyusut drastis dari 21,3 persen menjadi 10,2 persen. Penyebabnya, beban pokok pendapatan naik tajam seiring kenaikan pendapatan.

Tak hanya itu, aneka beban operasional juga meningkat. Beban penjualan naik 11,6 persen, sementara beban umum dan administrasi naik 7 persen menjadi Rp730 miliar yang terbesar di antara beban operasional lainnya. Beban keuangan menjadi pemberat utama, mencapai Rp1,90 triliun. Waskita harus menanggung utang bank sebesar Rp36 triliun serta obligasi dan sukuk Rp9,2 triliun.

Meski rugi bersih semester I-2026 membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,31 triliun, tekanan arus kas masih terlihat jelas. Arus kas dari aktivitas operasi minus Rp1,5 triliun, lebih buruk dari periode sebelumnya yang minus Rp1,26 triliun. Hal ini disebabkan oleh pengeluaran kas kepada pemasok yang hampir dua kali lipat menjadi Rp4,68 triliun, seiring kenaikan beban proyek, terutama bahan baku dan subkontraktor. Sementara itu, pengeluaran untuk karyawan dan direksi relatif stagnan di Rp403,8 miliar.

Posisi kas dan setara kas Waskita turun 41 persen dibandingkan akhir 2025, dari Rp4,41 triliun menjadi Rp2,61 triliun. Penurunan ini selain untuk membiayai operasional, juga akibat pembayaran beban keuangan Rp723,55 miliar dan pokok utang bank Rp580,46 miliar.

Untuk memperbaiki arus kas, Waskita terus melakukan divestasi aset. Baru-baru ini, perseroan melepas ruas tol Cimanggis-Cibitung senilai sekitar Rp3,28 triliun. Langkah ini diambil di tengah keputusan pemerintah mencabut rencana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun.

Selain itu, Waskita juga menanti proses merger BUMN Karya yang tengah dimatangkan oleh pemegang saham pengendali, Danantara Asset Management. Aksi korporasi ini ditargetkan tuntas pada akhir 2026.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags