Honda Cetak Rugi Bersih Perdana Sejak 1957, CEO Minta Maaf ke Pemegang Saham

- Senin, 29 Juni 2026 | 05:36 WIB
Honda Cetak Rugi Bersih Perdana Sejak 1957, CEO Minta Maaf ke Pemegang Saham

Honda mencatatkan sejarah kelam. Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada 1957, pabrikan otomotif Jepang itu membukukan rugi bersih dalam satu tahun fiskal. Kerugian sebesar 423,94 miliar yen atau sekitar Rp 47 triliun diderita sepanjang tahun fiskal 2025 yang berakhir pada Maret lalu.

Presiden sekaligus CEO Honda, Toshihiro Mibe, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para pemegang saham dalam rapat umum tahunan di Tokyo, Jumat (27/6). Ia berjanji akan membawa bisnis otomotif Honda kembali menjadi sumber keuntungan yang stabil dalam tiga tahun ke depan. Kerugian tersebut terutama dipicu oleh biaya besar yang dikeluarkan perusahaan untuk merombak strategi bisnis kendaraan listrik (EV).

Meski demikian, Honda optimistis kinerjanya akan kembali positif pada tahun fiskal berjalan. Salah satu langkah penyesuaian yang telah dilakukan adalah menghentikan pengembangan tiga model EV yang sebelumnya dipersiapkan untuk diproduksi di Amerika Utara. Keputusan itu diambil menyusul melambatnya permintaan kendaraan listrik di pasar Amerika Serikat.

Di hadapan para pemegang saham, Mibe mengakui keputusan tersebut memicu banyak kritik terhadap manajemen perusahaan. Namun, ia menegaskan tanggung jawabnya saat ini adalah membawa Honda kembali ke jalur pertumbuhan secepat mungkin.

"Saya bertanggung jawab untuk segera mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan, terus menghadirkan berbagai produk mobilitas khas Honda ke pasar global, serta menunjukkan hasil dalam waktu sesingkat mungkin," ujar Mibe mengutip laporan Japan Today, Minggu (28/6).

Di sisi lain, Honda juga masih melanjutkan pembicaraan dengan Nissan Motor Co. dan Mitsubishi Motors terkait sejumlah peluang kerja sama. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan platform kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicle/SDV) generasi berikutnya hingga teknologi baterai. Meski belum ada keputusan final, Mibe mengatakan komunikasi dengan kedua perusahaan berjalan baik dan beberapa proyek kolaborasi disebut sudah mendekati tahap pengumuman resmi.

Terlepas dari kritik yang muncul, para pemegang saham tetap menyetujui usulan penunjukan 11 anggota dewan direksi, termasuk mempertahankan Toshihiro Mibe sebagai CEO. Dalam rapat tersebut, Honda juga mengangkat Mahito Shikama sebagai anggota dewan baru. Pria berusia 48 tahun itu dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan kendaraan otonom Level 3 dan teknologi SDV.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags