Meta Platforms mempercepat penggantian moderator konten manusia dengan kecerdasan buatan (AI) untuk menekan biaya operasional. Induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu kini menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk meninjau konten dan iklan di seluruh platformnya.
Kebijakan ini disebut-sebut dapat menghemat miliaran dolar setiap tahun. Pada paruh pertama 2026, Meta telah mengganti sekitar 50 persen moderasi konten tradisional dengan LLM. Perusahaan berencana mengurangi keterlibatan manusia lebih lanjut pada semester kedua tahun ini.
Menurut sejumlah sumber, penggunaan AI berpotensi mencakup lebih dari 90 persen untuk jenis moderasi konten tertentu. Sebelumnya, Meta mengandalkan kombinasi sistem otomatis dan peninjau manusia, termasuk kontraktor pihak ketiga, untuk menentukan apakah unggahan atau iklan melanggar aturan. Banding pengguna biasanya ditangani oleh peninjau manusia.
Langkah ini sejalan dengan pergeseran fokus CEO Meta Mark Zuckerberg setelah proyek Metaverse mengalami kegagalan. Ia kini menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan produk dan agen AI yang sangat personal bagi pengguna.
Artikel Terkait
Visi Superintelligence Zuckerberg Dikritik karena Abaikan Risiko Nyata AI
China Siapkan Aturan Baru untuk Perketat Ekspor Teknologi AI dan Chip
New York Gunakan AI untuk Audit Ribuan Regulasi Usang
Bos SoftBank Sebut Investasi AI Butuh Rp90.000 Triliun per Tahun, Bantah Gelembung