Otoritas China tengah mempertimbangkan langkah untuk memperketat kontrol ekspor terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan chip semikonduktor. Langkah ini menunjukkan bahwa China, seperti Amerika Serikat, kini memandang teknologi AI sebagai aset nasional yang membutuhkan perlindungan ketat.
Menurut sejumlah sumber, regulator yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan China telah mengadakan konsultasi dengan perusahaan AI dan pembuat chip terkemuka di negara tersebut. Pembahasan difokuskan pada cara mencegah teknologi canggih dan perusahaan rintisan utama China agar tidak diakuisisi oleh negara-negara Barat.
Kementerian Perdagangan, yang mengawasi peraturan ekspor, juga telah berbicara dengan perusahaan AI seperti Alibaba, ByteDance, dan Zhipu mengenai pembatasan transfer data yang digunakan untuk pelatihan model AI di luar negeri. Selain itu, kementerian meminta pandangan tentang kemungkinan melarang produsen chip luar negeri, termasuk Qualcomm dan TSMC, untuk memproduksi semikonduktor canggih berdasarkan desain yang dikembangkan oleh perusahaan China seperti Huawei, Alibaba, dan ByteDance.
Langkah-langkah baru ini dapat dimasukkan ke dalam revisi berikutnya dari katalog teknologi China yang dilarang atau dibatasi ekspornya. Para sumber menambahkan bahwa regulator masih mempertimbangkan umpan balik dari pelaku industri sebelum mengambil keputusan akhir.
Artikel Terkait
Indonesia-China Perluas Kerja Sama Pertahanan, Pabrik Rudal Segera Dibangun
Bareskrim Bongkar Praktik Pengantin Pesanan ke China, Korban Dijanjikan Rp 10 Juta per Bulan
Tingkat Pengangguran Anak Muda China Melonjak ke 17,9 Persen, Terberat dalam Sejarah
Saham Unitree Robotics Melonjak 600 Persen Usai IPO di Shanghai