China dan Rusia Gelar Latihan Tembak di ZEE Jepang, Tokyo Protes

- Selasa, 21 Juli 2026 | 13:40 WIB
China dan Rusia Gelar Latihan Tembak di ZEE Jepang, Tokyo Protes

Pasukan Angkatan Laut China dan Rusia terdeteksi menggelar latihan tembak gabungan menggunakan senapan mesin di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Otoritas Tokyo menyampaikan protes kepada Beijing terkait aktivitas militer tersebut.

Laporan media Jepang menyebutkan bahwa insiden pada Minggu (19/7) itu menandai pertama kalinya Kementerian Pertahanan Jepang mendeteksi latihan tembak langsung oleh China di dalam ZEE mereka dan mengungkapkannya ke publik. ZEE berbeda dengan perairan wilayah Jepang.

Juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, seperti dilansir AFP, Selasa (21/7/2026), mengatakan bahwa Tokyo memandang latihan gabungan itu sebagai "bagian dari langkah kedua militer untuk memperkuat kerja sama mereka".

Hubungan antara Tokyo dan Beijing memburuk sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu kemarahan China pada November tahun lalu dengan komentarnya mengenai Taiwan.

Pada Minggu (19/7), sebuah kapal perusak yang dilengkapi rudal kelas Luyang III milik Angkatan Laut China terlihat melakukan latihan bersama sebuah kapal Angkatan Laut Rusia di perairan berjarak 180 kilometer sebelah barat daya Pulau Okinotori, wilayah paling selatan Jepang.

Armada yang terdiri atas tiga kapal China dan sebuah kapal fregat Angkatan Laut Rusia pertama kali terlihat pada pukul 02.00 dini hari, di perairan berjarak 330 kilometer sebelah barat daya pulau tersebut, sedang bergerak ke arah timur laut.

Kihara mengatakan bahwa pemerintah Jepang telah menyampaikan kepada otoritas China melalui saluran diplomatik bahwa latihan semacam itu "dapat membahayakan pelayaran kapal-kapal di sekitarnya".

Aktivitas militer lainnya terdeteksi bulan lalu ketika Angkatan Udara China dan Rusia bersama-sama menerbangkan pesawat pengebom mereka di atas perairan sekitar Jepang, sementara Angkatan Laut kedua negara juga menggelar latihan gabungan bulan ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags