Pemerintah Negara Bagian New York memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meninjau dan menganalisis seluruh aturan serta undang-undang yang berlaku. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi regulasi kuno yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
Gubernur Kathy Hochul mengungkapkan bahwa proses audit legislasi yang biasanya memakan waktu hingga lima tahun jika dilakukan manual, kini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan berkat bantuan AI. Beberapa temuan aturan usang antara lain kewajiban biaya 25 dolar untuk membawa anjing berburu dan syarat izin khusus bagi wanita hamil yang ingin bekerja setelah tengah malam.
“Saya ingin pemerintahan yang tidak membebani, melainkan mendampingi masyarakat, dan penggunaan AI menjadi instrumen yang sangat kuat untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Hochul dalam wawancara dengan Bloomberg di podcast Odd Lots.
Keseimbangan Kebijakan AI
Penggunaan AI ini terjadi di tengah langkah strategis Hochul membatasi dampak infrastruktur teknologi. New York menjadi negara bagian pertama yang menerapkan jeda satu tahun untuk pembangunan data center skala besar. Kebijakan itu bertujuan memberi waktu bagi legislator menyusun regulasi perlindungan warga dari kenaikan biaya utilitas dan ancaman terhadap sumber daya alam.
Artikel Terkait
Veteran AS Ditangkap Usai Bakar Gedung Federal Protes Kebijakan Imigrasi Trump
Wali Kota New York Kaji Kewenangan Tangkap Netanyahu Jika Hadiri Sidang PBB
Bos SoftBank Sebut Investasi AI Butuh Rp90.000 Triliun per Tahun, Bantah Gelembung
UN Women Soroti Bias Gender dalam Sistem Kecerdasan Buatan