Pabrikan mobil listrik asal China, BYD, menunjuk mantan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria, Péter Szijjártó, sebagai eksekutif perusahaan. Szijjártó menyebut penunjukan ini sebagai transisi menuju peran internasional yang lebih luas.
“BYD adalah salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif selama 20 tahun terakhir dan pemimpin global dalam manufaktur kendaraan energi baru. Mulai hari ini, saya akan menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup dan perluasan lini bisnis baru,” tulisnya.
Penunjukan ini menandai semakin eratnya hubungan bisnis antara Hongaria dan China di sektor kendaraan listrik. BYD diketahui mulai membangun pabrik EV pertama di Eropa pada tahun 2024, tepatnya di kota Szeged, Hongaria Selatan.
Tahun lalu, BYD dan pemerintah Hongaria sepakat melakukan kolaborasi strategis untuk mendirikan kantor pusat, pusat penelitian, serta pusat pengembangan. Pemerintah setempat juga berharap perusahaan lokal nantinya bisa menjadi mitra bagi BYD, CATL, dan investor besar lainnya.
Dalam penandatanganan kerja sama itu, Perdana Menteri Viktor Orban menegaskan bahwa dunia kini berada dalam era transformasi lewat hadirnya teknologi baru dan pergeseran permintaan konsumen. “Kepemimpinan China dalam EV sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Hongaria guna memposisikan negara tersebut untuk memimpin era baru teknologi otomotif,” ujar Orban.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan dalam rantai pasokan New Energy Vehicle (NEV) asal China membangun infrastruktur di Hongaria. BYD sendiri sedang membangun pabrik dengan kapasitas 300 ribu unit sekaligus kantor pusat yang berlokasi di Budapest.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Listrik Juni 2026 Tembus 12.653 Unit, BYD dan Jaecoo Dominasi Pasar
Ekspor Melonjak, BYD Catat Pertumbuhan Penjualan Dua Bulan Berturut-turut
Penjualan Global BYD Naik Dua Bulan Berturut-turut, Tumbuh 5,5 Persen pada Juni