BYD Tembus Tiga Besar, IMI Larang Drag Race, dan Prabowo Siap Luncurkan Molinas

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:06 WIB
BYD Tembus Tiga Besar, IMI Larang Drag Race, dan Prabowo Siap Luncurkan Molinas

Penjualan mobil nasional pada Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan wholesales sebesar 4,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Dominasi pabrikan Jepang mulai tertekan oleh kehadiran BYD yang menembus posisi tiga besar. Sementara itu, Ikatan Motor Indonesia (IMI) berencana melarang drag race di jalan umum, dan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan motor listrik nasional pada 13 Agustus 2026.

Data penjualan menunjukkan performa positif, dengan BYD menjadi kejutan. Produsen asal China ini berhasil menempel ketat papan atas, menggeser posisi yang sebelumnya dikuasai merek-merek Jepang. Pencapaian ini menandai pergeseran preferensi pasar otomotif Tanah Air.

IMI Perketat Pengawasan Drag Race

Langkah tegas diambil IMI pasca-insiden maut di ajang drag race Kotamobagu. Organisasi tersebut berencana melarang keras pelaksanaan drag race di jalan umum yang tidak memenuhi standar kelayakan sirkuit. Kebijakan ini diambil demi menjamin keselamatan bersama dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

IMI juga akan memperketat pengawasan di level daerah. Setiap penyelenggaraan balap jalanan harus mendapat rekomendasi dan memenuhi persyaratan teknis yang ketat. Pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas.

Motor Listrik Nasional Diluncurkan

Era elektrifikasi kendaraan roda dua di Indonesia segera memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program Motor Listrik Nasional (Molinas) pada 13 Agustus 2026 di fasilitas perakitan Cikarang, Jawa Barat. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Program Molinas diharapkan mampu mendorong industri otomotif dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah optimistis langkah ini akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags