Filipina Tuduh Penjaga Pantai China Pukul Personel Militer dengan Tongkat di Laut China Selatan

- Senin, 20 Juli 2026 | 16:45 WIB
Filipina Tuduh Penjaga Pantai China Pukul Personel Militer dengan Tongkat di Laut China Selatan

Militer Filipina dan China kembali terlibat bentrokan di perairan Laut China Selatan yang disengketakan. Manila menuduh Penjaga Pantai China memukul seorang personel militernya menggunakan tongkat dalam insiden yang terjadi di Second Thomas Shoal, Kepulauan Spratly, pada Senin (20/7).

Dalam pernyataannya, militer Filipina menyebutkan bahwa sebuah perahu karet China dengan delapan awak berputar-putar di sekitar kapal perang era Perang Dunia II, BRP Sierra Madre, yang sengaja didamparkan dan berfungsi sebagai pos garnisun Filipina. Dua perahu karet Filipina dikerahkan untuk mengusir perahu China tersebut.

"Mereka bereaksi secara kasar dan agresif, dengan memukul kepala seorang personel Angkatan Laut Filipina menggunakan tongkat kayu, yang menyebabkan cedera," demikian pernyataan militer Filipina.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun militer China terkait insiden tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags