Militer Filipina dan China kembali terlibat bentrokan di perairan Laut China Selatan yang disengketakan. Manila menuduh Penjaga Pantai China memukul seorang personel militernya menggunakan tongkat dalam insiden yang terjadi di Second Thomas Shoal, Kepulauan Spratly, pada Senin (20/7).
Dalam pernyataannya, militer Filipina menyebutkan bahwa sebuah perahu karet China dengan delapan awak berputar-putar di sekitar kapal perang era Perang Dunia II, BRP Sierra Madre, yang sengaja didamparkan dan berfungsi sebagai pos garnisun Filipina. Dua perahu karet Filipina dikerahkan untuk mengusir perahu China tersebut.
"Mereka bereaksi secara kasar dan agresif, dengan memukul kepala seorang personel Angkatan Laut Filipina menggunakan tongkat kayu, yang menyebabkan cedera," demikian pernyataan militer Filipina.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun militer China terkait insiden tersebut.
Artikel Terkait
Airlangga Bidik Transfer Teknologi Robotika dan AI dari Perusahaan China
Indonesia Buka Peluang Ekspor Unggas ke China dan Timur Tengah
Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke China dan Maroko Manfaatkan Sistem Resi Gudang
China Kembangkan Sistem Peringatan Dini untuk Deteksi Asteroid Berbahaya